Menangi Turnamen Virtual Pencak Silat Internasional

Author : Humas | Selasa, 18 Agustus 2020 14:21 WIB
Nuri menunjukkan ketangkasannya di depan juri secara virtual. (Foto: Istimewa)

TOREHAN prestasi membanggakan di tengah pandemi Covid-19 diraih oleh Nurisatun Nisa, mahasiswi Prodi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bukan prestasi biasa, namun mahasiswi yang akrab dipanggil Nuris ini berhasil meraih peringkat kedua kategori Seni Tunggal IPSI tingkat dewasa dalam ajang Indonesia Open International Virtual Pencak Silat Tournament Jurus Tunggal dan Beregu.

Turnamen virtual internasional ini digelar pada 15-17 Agustus 2020 secara virtual oleh International Pencak Silat Federation (IPSF) Kementerian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Turnamen ini merupakan langkah pertama pencak silat menuju olimpiade.

Turnamen ini diikuti oleh 445 atlet dari berbagai Negara. Indonesia mengirimkan 39 kontingen dari sembilan provinsi (Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan, Lampung, Sumatra Utara, Banten, Yogyakarta). Sedangkan atlet lainnya berasal dari sepuluh negara yakni Australia, Belanda, Filipina, India, Jepang, Kazakhstan, Suriname, Thailand, Yordania, dan Yaman. Prestasi di bidang pencak silat ini sebenarnya bukan hal baru bagi Nuris.

Baca juga: Semarak 17 Agustusan UMM: Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Covid-19

Di tahun 2020 ini, sebelum mengikuti event internasional ini, Nuris telah mencetak tiga prestasi. Yang pertama adalah Juara 2 kategori fight kelas A tingkat dewasa dalam Batu National Championship yang diadakan di GOR Gajah Mada Batu. Di tingkat Jatim, di tahun ini juga, ia memperoleh dua gelar, juara 1 kategori seni beregu tingkat dewasa dan juara 2 kategori fight kelas A tingkat dewasa yang diadakan di Polinema Malang.

Mahasiswi satu ini memang istimewa, sejak awal menjadi mahasiswi Kesos, tak sedikit prestasi yang ia ukir. Ia diterima menjadi mahasiswi Kesos melalui jalur beasiswa Bidikmisi. Gadis asli Sampang, Madura ini kini tinggal di LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Dau. Umi Mafrukhah, Ketua LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Dau mengatakan bahwa ia bangga pada Nuris.

“Orang tuanya masih ada namun termasuk dalam kategori dhuafa oleh karena itu Nuris tinggal di panti. Namun Nuris tidak pernah minder dan justru semangat berprestasi. Dia anak yang rendah hati,” tutur Umi.

Baca juga: Perpustakaan UMM Webinar Bareng Menko PMK: Bersama Lawan Buta Aksara Masa Kini

Pelatih pencak silat Nuris, Tayyudin, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi anak latihnya tersebut. Ia berharap Nuris terus berlatih agar bisa meraih prestasi lebih baik selanjutnya. Kebanggaan dan ucapan selamat juga disampaikan oleh Dr. Oman Sukmana, M.Si., Kaprodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM.

“Kami atas nama Prodi Kesos UMM, sangat bangga dan menyampaikan selamat atas prestasi Nuris, sejak masuk Kesos UMM tidak sedikit prestasi non akademik telah diraih Nuris, dia juga tidak lupa dengan tugas-tugas kuliah sehingga indeks prestasinya sangat memuaskan. Ini modal bagi Nuris untuk bisa mengembangkan bakat minatnya secara positif dan kelak menjadi Pekerja Sosial,” ungkap Oman.

Melalui capaian ini Nuris berharap ia bisa menginspirasi teman-teman di panti untuk terus berprestasi. “Man Jadda Wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Saya meyakini slogan itu. Selama kita mau berusaha, insya Allah pasti bisa,” tutur Nuris. (win/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image