Kolokium Doktoral UMM Dorong Laju Peningkatan Hilirisasi Penelitian

Author : Humas | Rabu, 14 Desember 2022 10:32 WIB
Pelaksanaan kolokium doktoral bersama Dr. Jeanny Maria Fatimah, M.Si (Foto: Zaki Humas)

Berdasarkan data yang ada, jumlah publikasi jurnal internasional di Indonesia meningkat 600% dalam kurun waktu enam tahun. Dari sebelumnya hanya delapan ribu publikasi per tahun kini meningkat menjadi 50 ribu per tahun. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pembicara Dr. Jeanny Maria Fatimah, M.Si dalam acara Kolokium Doktoral yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 10 Desember 2022 lalu.

Kolokium tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para doktor untuk menyampaikan gagasan-gagasan atau pikiran akademiknya. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi dunia akademik, industri maupun usaha. Jeanny, sapaan akrabnya, menambahkan selain jumlah jurnal internasional yang mengalami peningkatan, Indonesia juga menjadi negara yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tertinggi se Asia Tenggara yang mencapai 2842 jumlah paten jurnal di tahun 2019.

Terlepas dari data yang ada, Indonesia masih memiliki persoalan kompleks yang harus dikaji yaitu persoalan kebermanfaatan penelitian bagi masyarakat. Menurutnya, tidak banyak hasil penelitian yang bisa digunakan masyarakat. Hal tersebut tak luput dari banyaknya tantangan atau kendala yang dihadapi oleh peneliti sehingga hasil penelitian hanya sampai di laporan akhir atau publikasi.

Baca juga : Solah, ‘Harry Potter’ UMM yang Raih Berbagai Beasiswa Mancanegara

“Beberapa tantangan yang harus dihadapi yaitu pada aspek kelembagaan. Pun juga dengan aspek pembiayaan, di manadiperlukan biaya yang cukup besar untuk biaya perawatan dan sosiliasisi paten produk. Ketiga yakni dari aspek peneliti sendiri yang masih egosentris dan hanya ingin menyimpan hasil penelitiannya sendiri,” jelasnya.

Apalagi saat ini tidak banyak industri yang tertarik dengan hasil penelitian. Maka peran pemerintah sebagai jembatan sangat diperlukan. Sehingga produk penelitian ini bisa digunakan bahkan dikembangkan sehingga bermanfaat lebih luas. Proses hilirisasi juga akan lebih mudah.

“Saya secara pribadi sangat bangga dan senang bisa berkunjung ke UMM. Apalagi bertemu dengan sivitas akademika dan mahasiswa yang bersemangat dalam membuat karya-karya penelitian,” katanya.

Baca juga : Kedubes UEA-UMM Siap Jalin Kerjasama di Berbagai Bidang

Hal tak jauh berbeda disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM Prof. Dr. Muslimin, M.Si. Ia mengatakan bahwa dunia akademik, penelitian dan karya ilmiah sangat lekat kaitannya dengan dosen maupun mahasiswa. Mereka memiliki dua tanggung jawab untuk mengembangkan kelimuan. Di antaranya tanggung jawab moral bagi diri sendiri untuk meningkatkan kualitas diri, serta tanggung jawab sosial agar bermanfaat.

“Sehingga hasil penelitian tidak hanya menjadi laporan atau pembukuan yang menumpuk di perpustakaan. Bahkan juga bisa dikomersialkan. Mudah-mudahan acara ini bisa menjadi agenda yang bisa terus menerus kita lakukan sehingga atmosfer akademik di kampus juga bisa terus tumbuh dan berkembang. Dan yang terpenting mampunmenghasilkan kebermanfaatan untuk kepentingan publik,” harap Muslimin mengakhiri. (zak/wil)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image