Kementrian PUPR dan BNPB Bangun RS Lapangan Untuk Pasien Covid-19

Author : Humas | Senin, 01 Maret 2021 13:44 WIB
Rektor UMM memantau peta pembangunan RS Lapangan Covid-19 (Foto:Istimewa)

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Diana Kusumastuti, M.T., kunjungi Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (27/02). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka peninjauan lokasi RS lapangan Covid-19 yang akan dibangun di area RSU UMM.

Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd mengatakan bahwa pembangunan RS lapangan ini merupakan kerja sama antara UMM, Kementerian PUPR dan Badan Nasional Penanggulangan dan Bencana (BNPB). Pembangunan RS tersebut akan mulai dibangun pada bulan depan, Maret 2021.

“Ini merupakan kunjungan final sebelum proses pembangunan yang dilaksanakan pada bulan Maret. RS ini akan di bangun di lahan 6.000 meter persegi dan dapat memuat 80-90 tempat tidur. Insyaallah pada bulan April RS ini sudah bisa dioperasikan,” ujar Fauzan.

Baca Juga : Maharesigana, Tangani Psikososial Pengungsi Banjir dan Longsor Nganjuk

Menambahkan Fauzan, Direktur RSU UMM Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD-KPTI, mengatakan RS lapangan ini akan memiliki fasilitas yang lengkap meliputi ruang rawat inap, Unit Gawat Darurat (UGD), ruang rontgen, ruang infeksius, Intensive Care Unit (ICU) ventilator dan non ventilator, ruang bersalin dan ruang anak serta incinerator (pembakar sampah ramah lingkungan).

“Kami sangat membutuhkan incinerator  untuk mengolah sampah medis. Jumlah RS yang memiliki incinerator sendiri juga sangat minim di Jawa Timur. Selama ini dalam pengolahan sampah medis UMM selalu menggandeng pihak ke tiga. Karena itu pembangunan ruang  incinerator di RS lapangan ini akan sangat membantu,” kata Djoni.

Baca Juga : UMM Pelopori Cabang Olah Raga Baru Roundnet di Jawa Timur

Lebih panjang Djoni menyampaikan, harapannya sebelum bulan Ramadan datang, pembangunan RS ini telah rampung dikerjakan. Jangka panjangnya, ketika pandemi Covid-19 sudah mereda RS ini akan dialihfungsikan untuk perawatan penyakit lain seperti HIV.

“Jadi ini akan menjadi pusat penyakit infeksi yang ada di Malang khususnya di Jawa Timur. Jadi ini memang rumah sakit yag tersendiri. Pelaksanaannya pembangunannya akan dimulai minggu depan dan hanya diberi waktu 40 hari. Pembangunan RS akan dikebut sebelum puasa. Alat akan dibantu oleh USAID khusus yang terinfeksi. Kita sudah minta pembangunan ini sejak enam bulan yang lalu. Kita harus waspada jika sewaktu-waktu angka covid melonjak lagi second attack,”tutupnya. (syi/sil)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image