Indonesia English Arabic

Dosen Kesos UMM Berdayakan Masyarakat Melalui Sekolah Literasi

Author : Humas | Senin, 30 Juli 2018 19:54 WIB

Berita UMM

Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara yang didirikan Hutri tak hanya menjadi perpustakaan, namun juga tempat melakukan berbagai aktivitas lain.
Semangat literasi juga digalakkan Hutri Agustino, dosen Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP. Sekembalinya dari studi di University of Trento Italia melalui program beasiswa Erasmus Mundus, kegelisahan Hutri tentang semangat literasi semakin menjadi. 
 
Akhirnya sekitar tahun 2015-2016, Hutri merealisasaikan idenya memanfaatkan sedikit tempat disamping rumah untuk dibangun menjadi perpustakaan sederhana dengan nuansa tempo dulu yaitu nuansa bambu dengan modal sekitar 1000 koleksi buku pribadi.
 
“Awalnya cuma berfikir saya punya buku dan saya membuka perpustakaan, tapi ketika buka perpustakaan atensi masyarakat begitu luar biasa. Ada yang disitu ingin les privat, tempat pemberdayaan dan macam-macam. Akhirnya saya merasa  kapasitas ruang tidak cukup untuk memadai segala aktifitas,” ujarnya.
 
Melihat hal tersebut, Hutri pun menambahkan halaman rumahnya untuk dapat memperluas perpustakaan tersebut hingga dapat menampung sekitar 100 orang dengan nama Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara. Dengan ini ia berharap, akan semakin banyak masyarakat yang datang dan sadar akan pentingnya literasi. Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara ini juga membawanya menemukan forum literasi lain di Kota Malang. 
 
Pada akhir tahun 2017 di Kabuaten Malang terbentuklah organisasi bernama Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) yang kemudian pada tahun 2018 organisasi ini memberi amanah kepada Hutri untuk menjadi pemimpin selama periode 2018-2022. Melalui organisasi ini lah Hutri mulai sadar bahwa ternyata di Kota Malang pegiat  literasi juga sedang naik daun dan memiliki banyak peminat.
 
“Beberapa bulan setelah menjabat jadi ketua, saya melakukan observasi dan pengamatan kecil-kecilan, ternyata tidak hanya di Kabupaten Malang fenomena minat baca muncul pada masyarakat. Ini sedang booming-boomingnya khususnya di Kota Pendidikan seperti Malang,” ujarnya.
 
Dari sini, Hutri menggagas Sekolah Literasi yang soft launching pada Rabu (25/7) kemarin di Gazebo Literasi, Dau. Untuk Grand Launching, rencananya akan dilaksanakan pada bulan Agustus dengan mengangkat tema Literasi Kemerdekaan dan Pancasila. 
 
“Target awal memang pegiat literasi dengan harapan mereka jadi duta baca, duta perpus dan duta literasi. Ketika di level mereka sudah selesai, maka mereka yang bertugas untuk menyemai pemahaman itu di komunitas masing-masing,” tandasnya.
 
Di akhir, Hutri menyampaikan bahwa ia ingin menjadikan komunitas literasi ini sebagai alat untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dengan model yang berbeda, yakni berbasis gerakan literasi.
 
“Minimal mengorganisasikan masyarakat, mengedukasi, merubah mindset yang selama ini. Membuat mereka hidupnya lebih terarah,”pungkasnya.
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image