Negara Kazakstan Akan Berubah Nama?

Author : Administrator | Sabtu, 08 Februari 2014 09:29 WIB
Nursultan Nazarbayev--Reuter/Ria Novosti/

 

Metrotvnews.com, Kazakstan: Presiden Kazakstan, Nursultan Nazarbayev, mengusulkan pergantian nama negara tersebut dengan mencabut akhiran "stan". Nazarbayev yang sudah berkuasa selama 20 tahun lebih di negeri itu mengusulkan nama baru Kazakh Eli yang artinya orang Kazakh.

Pada konferensi persnya, Jumat (7/2), Nazarbayev menilai Kazakstan sering dikaitkan dengan negara miskin yang beraliran "stan" di kawasan itu. Oleh karena itu, tidak jarang pula Kazakstan dianggap negara miskin.

"Di nama negara kami ada akhiran 'stan' yang juga dimiliki oleh negara lainnya," kata dia. "Namun, contohnya, warga asing memperlihatkan ketertarikan pada Mongolia, yang jumlah penduduknya hanya dua juta lebih dan namanya tidak berakhir dengan 'stan'," tambahnya.

Kazakstan merupakan negara terbesar kesembilan di dunia berdasarkan luas wilayahnya dengan jumlah penduduk sekitar 17 juta. Bersama dengan empat negara di Asia Tengah lain yang masuk dalam Uni Soviet (Kirgistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Usbekistan), negara ini kaya dengan sumber minyak.

Pada 1997, presiden berusia 73 tahun ini memindahkan ibukota dari Almaty di sebelah tenggara Kazakstan ke Akmola di kawasan padang rumput di bagian utara. Setahun kemudian dia mengganti nama Akmola menjadi Astana yang dalam bahasa Turki berarti ibu kota.

Bagaimanapun dalam usulan perubahan nama negara, dia mengatakan perlu membahasnya dengan rakyat tanpa menjelaskan lebih lanjut bentuk pembahasan itu.

Sumber: www.metrotvnews.com
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared: