Fokus pada Psychological First Aids, Maharesigana UMM Kirim Relawan Tahap Kedua

Author : Humas | Rabu, 03 Maret 2021 17:12 WIB
Pendampingan Maharesigana kepada penyintas Psychological (Foto : Istimewa)

Terus melaksanakan rangkaian psikososial bersama para penyintas di Dusun Selopuro, Kabupaten Nganjuk, Mahasiswa Relawan Siaga Bencana Universitas Muhammadiyah Malang (Maharesigana UMM) kali ini menyiapkan pelatihan dan pembekalan terkait Psychological First Aids (PFA). PFA merupakan serangkaian keterampilan yang bertujuan untuk mengurangi distress dan mencegah munculnya tampilan negatif pada kesehatan mental para penyintas yang disebabkan oleh bencana banjir dan tanah longsor pada Minggu (14/2) yang lalu.

"Layaknya kloter pertama, masa tugas kami akan berlangsung selama seminggu kedepan hingga tanggal 6 Maret 2021. Kami berkerjasama dengan MDMC Nganjuk dan relawan lokal untuk menyiapkan pembekalan PFA," jelas Koornidator Tim Maharesigana Kloter II, Mukti Cahyani.

Berdasarkan hasil penggalian data dari Kloter I, program utama menyasar kepada anak-anak yang dikemas pada program Child Protection. Kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah pendampingan dan pemberian dukungan dalam belajar dan bermain.

“Kami berusaha mengajak anak-anak untuk berbicara terkait kondisi mereka. Kami juga mengajak orang tua untuk berdiskusi terkait aktivitas anak-anak dan perkembangan anak selama di pengungsian,” lanjut Mukti.

Lintang Gangsar Tri Suko Asmara, salah satu penyintas menyampaikan sempat tidak bisa tidur selama tiga hari mengingat ada anggota keluarga dan temannya yang meninggal. Salah satu cara yang dilakukan Lintang agar dapat menstabilkan kondisi mentalnya adalah dengan membantu relawan untuk mengajar mengaji anak-anak.

"Awal-awal aku takut dan keingat teman-teman yang sering main kerumah atau menyapa kalau lewat depan rumah. Sekarang sudah tidak takut lagi, banyak temannya ngaji," jelasnya. (*/haq/adr)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image