Dosen UMM Ungkap Pentingnya Pramuka di Sekolah Dasar

Author : Humas | Selasa, 14 November 2023 08:00 WIB
Dr. Ichsan Anshory AM, M.PD (Foto: Istimewa)

Gerakan praja muda karana (pramuka) telah mengukir sejarahnya dalam pendidikan di Indonesia sejak diresmikan melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961. Kemudian, diperbarui melalui UU Nomor 12 Tahun 2010. Keberadaannya, menjadi landasan penting dalam pembentukan karakter dan moral pelajar. Terlebih, saat ini Pramuka telah menjadi kegiatan atau ekstrakurikuler yang wajib diikuti utamanya para siswa Sekolah Dasar (SD).

Dr. Ichsan Anshory AM, M.PD selaku dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan, Pramuka itu wajib diikuti karena adanya legalitas yang jelas. Alasan lainnya adalah kegiatan ini dapat memperkaya nilai pendidikan. Memberikan dimensi baru, di mana proses pembelajaran tidak hanya terpaku pada materi dan ruang kelas.

"Melalui kegiatan Pramuka, anak-anak diajarkan percaya diri, mandiri, tanggung jawab, dan saling peduli. Hal ini guna menyokong para pelajar dalam menghadapi kehidupan nyata,” sebut Ichsan. 

Lanjutnya, dalam konteks pendidikan di SD, Pramuka menggunakan metode pembelajaran yang berbasis permainan. Hal ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, efektif, menarik, sehat, dan terarah. Ia menekankan bahwa pendidikan Pramuka di SD didesain dengan memperhatikan karakteristik perkembangan anak-anak, menggabungkan unsur pendidikan dengan kegiatan yang bersifat positif.

Baca juga : Dosen UMM Jelaskan Alasan Masyarakat Indonesia Terjebak Judi Online

Salah satu aspek menarik yang diajarkan dalam kegiatan Pramuka adalah kebersamaan. Melalui kegiatan seperti menyanyikan yel-yel ataupun permainan, anak-anak diajarkan untuk peduli terhadap sesama dan berbagi pengalaman dengan teman-temannya. 

"Pramuka bukan hanya sekadar organisasi semata, tetapi juga wadah untuk membentuk kepribadian yang inklusif dan peduli terhadap lingkungan sekitar," jelas nya.

Pentingnya pengajaran Pramuka di SD juga terlihat dari pengembangan skill baru, seperti Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Para siswa diajarkan cara merespons kecelakaan baik secara individu maupun kelompok. Tidak ketinggalan juga diajarkan cara mendirikan tenda melalui kegiatan Persami.

Pramuka memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kegiatan berkelompok seperti kerja bakti, penyelesaian konflik melalui musyawarah, hingga mengenali isyarat nonverbal menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran ini. Semua dilakukan dalam suasana yang melibatkan orang dengan latar belakang beragam, menciptakan pengalaman belajar yang interaktif bagi para peserta.

Baca juga : iskusi Politik RBC UMM: Saatnya Anak Muda Bersuara di Politik Indonesia

“Yang tak kalah penting yaitu menumbuhkan jiwa leadership. Pramuka juga berperan sebagai wadah kaderisasi dalam membentuk sosok pemimpin ideal untuk berjiwa patriot, berkepribadian baik, serta menjunjung nilai luhur bangsa,” tambah dosen asal Madura. 

Pentingnya pengajaran Pramuka di SD juga karena kegiatan ini menjadi bagian integral dari kurikulum. Sebuah langkah positif dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan hidup di masa depan. “Pramuka menjadi petualangan pendidikan yang menyenangkan. Membawa anak-anak lebih dari sekadar pengetahuan akademis, karena memberikan fondasi yang kokoh untuk membangun karakter positif dan sikap peduli di sepanjang hidup,” pungkasnya. (*lai/wil)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image