Banyak Peluang, Konjen Jepang Dorong Wisuwadan UMM Berkarya dan Studi di Jepang

Author : Humas | Sabtu, 30 September 2023 05:21 WIB
Penghargaan wisudawati UMM kepada orang tuanya (Foto: Lintang Humas). 

Indonesia dan Jepang telah bekerjasama di bidang ekonomi sejak tahun 1968. Kerjasama ini bertujuan untuk saling membantu dalam membangun ekonomi bersama. Hal ini disampaikan oleh Takeyama Kenichi Konsul Jenderal Jepang yang menghadiri wisuda ke-110 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 26 September lalu.

Lebih lanjut, Takeyama mengatakan, kerjasama Indonesia dan Jepang sebenarnya sudah terbangun sejak 1920. Banyak masyarakat Jepang yang bermigrasi ke Indonesia dan membangun perumahan di sana. Pada saat itu, berdiri juga sekolah bagi warga Jepang di Tahun 1925. Kemudian, saat perang dunia kedua konsulat dan sekolah jepang di Indonesia akhirnya ditutup.

Baca juga: Virus hingga Transformasi Teknologi Dibahas di Konferensi Internasional UMM

Kemudian, pada tahun 1968 kerjasama antara Indonesia dan Jepang kembali terjalin. Pada saat itu, sejumlah perusahaan Jepang membuka peluang usahanya di Indonesia. Ada sekitar 150 perusahaan yang telah berdiri khusunya di Jawa Timur hingga saat ini. Sebaliknya, banyak juga masyarakat Indonesia yang juga bekerja mauppun menempuh pendidikan di Jepang. 

“Salah satu dampak dari kolaborasi itu adalah semakin banyaknya peluang pekerjaan yang terbangun dan pemberdayaan masyarakat. Maka wisudawan dan mahasiswa UMM bisa mengambil kesempatan ini untuk melanjutkan studi atau bahkan bekerja di negeri Sakura. Apalagi saat ini Jepang sedang mengalami krisis penduduk,” tambahnya.

Di sisi lain, ada pesan dan hal penting yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa timur Dra. Rukmini, M. Ap. Menurutnya, wisudawan harus mengutamakan adab kemudian baru ilmu saat terjun dimasyarakat. “Karena nilai tidaklah begitu penting. Yang penting adalah adab dan perilaku bermasyarakat,” tambahnya.

 Baca juga : arget Tingkatkan Benih Kentang Berkualitas, UMM Potato Seeds Latih Petani Probolinggo

Rukmini juga menekankan bahwa rahasia seseorang untuk menjadi sukses adalah dengan tetap mengingat orang tuanya. Begitun dengan tidak melupakan almamater yang membesarkannya serta selalu mendoakan guru atau dosen yang telah mengajarinya banyak hal.

Hal yang tak kalah penting adalah skill yang sesuai dengan kebutuhan industri. Hal itu disampaikan Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Menurutnya, pintar saja tak cukup, alumni UMM harus aktif dan beradab serta memberikan solusi terbaik untuk banyak permasalahan. Melalui program Center of Excellence (CoE, Kampus Putih juga melatih mahasiswanya untuk bisa membangun soft skill yang dibutuhkan dunia kerja.

“Saya yakin, 2.471 wisudawan yang diwisuda saat ini adalah calon-calon emas bangsa. Semoga, ilmu yang didapatkan dari UMM bisa menjadi bekal terjun ke dunia masyarakat,” tandasnya mengakhiri. (*faq/wil)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image