Bahas Efek Tidur untuk Pasien Paru, Mahasiswa UMM Juara Lomba Nasional

Author : Humas | Senin, 23 Oktober 2023 10:46 WIB
Mahasiswa UMM Menerima Piagam Penghargaan Kejuaraan Nasioanl Fisio Olympics Cabang Lomba Esai. (Foto : Istimewa)

Adalah Gendhis Endtrinasari Almira Dewanty, mahasiswi Program Studi (Prodi) Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil meraih juara 2 dalam kejuaraan nasional Fisio Olympics pada cabang lomba esai. Kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta beberapa waktu lalu. Dia berhasil mengalahkan ratusan peserta dari berbagai universitas yang ada di penjuru Indonesia.

Mahasiswa yang memiliki hobi membaca jurnal itu menjelaskan, isu yang ia angkat dalam esainya mengenai kualitas hidup pada pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Di dalamnya, ia membahas “Tidur yang Penting atau yang Penting Tidur?”. Hal terebut seringkali dilupakan oleh pasien PPOK untuk menyongsong hidup berkualitas saat menua.

Baca juga : Hadir di UMM, Direktur BCA Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Kuat

Seseorang yang terjangkit PPOK akan mengalami beberapa gangguan tambahan di luar gejala utamanya yaitu batuk. Gangguan tambahan ini seperti depresi, tanda-tanda vital yang tidak stabil, dan masih banyak lagi. Namun, terdapat satu gangguan berupa gangguan tidur yang seringkali terlupakan untuk dirawat tenaga kesehatan, karena menganggap gangguan tidur adalah hal yang sepele. 

“Padahal, dalam meningkatkan kualitas hidup, manusia perlu tidur yang cukup. Oleh karena itu saya mengangkat esai ini agar orang-orang sadar akan pentingnya tidur dalam meningkatkan kualitas hidup pasien PPOK,” Jelasnya.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan bahwa nantinya output dalam esai tersebut yakni melakukan pengembangan ke tahap penelitian. Utamanya untuk mengetahui bagaimana menciptakan kualitas tidur yang terbaik bagi penderita PPOK. Sekaligus sebagai anjuran agar tidak meremehkan impak dari kualitas tidur terhadap peningkatan kualitas hidup.

Gendhis juga berterimakasih kepada UMM yang telah memberikan dukungan penuh kepadanya. Baik dari segi fasilitas atau bimbingan yang membuatnya mendapatkan ide dan bahasan yang lebih baik. “Banyak sekali dukungan dari UMM, terutama terkait diskusi-diskusi dari para dosen yang memiliki kompetensi tinggi. Mereka membimbing, mengarahkan, sekaligus menjadi fasilitator bagi saya dalam mengikuti berbagai kejuaraan,” imbuhnya

Baca juga: Mahasiswa UMM Terbitkan Buku 17 Juta Pembaca, Jadikan Tugas Akhir Pengganti Skripsi

Terakhir, dia berpesan kepada para anak muda dan mahasiswa untuk terus berusaha untuk breprestasi di berbagai kancah kompteisi. Dengan begitu mereka bisa mengharumkan nama diri sendiri, membanggakan orang tua, dan juga kampus.

“Kita harus sadar diri bahwa kita berada di bawah naungan sebuah institusi dan membawa nama institusi di berbagai kompetisi hingga memenangkannya adalah hal yang membanggakan. Semoga teman-teman lain bsia terpacu dan mampu memberikan yang terbaik,” pesannya. (*faq/wil)
 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image