Pemohonan Dispesasi Menikah Tinggi, Dosen UMM Sebut Perlu Kurikulum Edukasi Seksual di Sekolah

Author : Humas | Selasa, 24 Januari 2023 21:34 WIB | SuryaMalang.com - SuryaMalang.com

Dosen Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Husamah SPd MPd

Dosen Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Husamah SPd MPd

SURYAMALANG.COM|MALANG - Angka permohonan dispensasi nikah (diska) di Jawa Timur sangat tinggi.

Data dari BKKBN Provinsi Jawa Timur, pada 2022, angka diska mencapai  15.212 kasus. Dan sebanyak 80 persen karena perempuannya hamil duluan.

Dosen Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Husamah SPd MPd menyebutkan jika hamil di luar nikah adalah fenomena gunung es.

Serta tak kunjung ditangani serius oleh berbagai pihak. Harusnya, dari kejadian-kejadian sebelumnya bisa dijadikan pembelajaran agar seluruh pihak berbenah.

"Penting untuk menerapkan kurikulum pendidikan seksual di sekolah. Pendidikan seksual harus mulai ada sejak sekolah dasar (SD). Apalagi sekarang anak-anak sudah menggunakan telepon genggam," kata dosen ini, Selasa (24/1/2023).

Bahkan anak-anak SD ada yang sudah memasuki masa baligh karena faktor makanan, tontonan dan sebagainya, imbuhnya.

Maka banyak pihak yang memiliki tanggungjawab yaitu sekolah, orangtua, pemerintah dan masyarakat. Dikatakan, edukasi seksual juga harus diberikan dengan cara yang sesuai serta tidak boleh dianggap cabul atau porno. 

Menurutnya, edukasi ini merupakan cara memberi pemahaman terkait gender, alat kelamin dan kesehatan reproduksi yang tepat. 

“Edukasi seksual bukan hanya seks yang berkaitan dengan berhubungan badan, tetapi bagaimana merawat sistem reproduksi dengan sehat, tepat dan bertanggungjawab," jelasnya.

Maka salah satu caranya adalah memberi pemahaman seksual ke anak adalah ketika anaknya bertanya. "Respons orangtua tidak boleh marah dan cuek.

Karena takutnya anak malah bertanya ke sosial media dan berujung ingin coba-coba,” tambah Husamah. Tak hanya orangtua, tapi juga sebagian guru tidak memberikan penjelasan yang jelas.

Hal itu membuat siswa sencari secara mandiri di internet. Bahkan mereka tidak jarang ingin mencoba apa yang sudah ia temukan.

Dengan melihat angka kehamilan di luar nikah meningkat, sebagian remaja bahkan melakukan aborsi liar yang bisa mengancam nyawa.

Mulai dari mencabik janin, meminum jamu yang membuat kontraksi dan lainnya. Masyarakat tidak boleh abai ketika melihat di sekitar ada indikasi melakukan seks bebas, pesannya.

Sumber: suryamalang.tribunnews.com/amp/2023/01/24/pemohonan-dispesasi-menikah-tinggi-dosen-umm-sebut-perlu-kurikulum-edukasi-seksual-di-sekolah
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared:

Kategori

Berita Terpopuler