Lonjakan Jumlah Mahasiswa di Malang Timbulkan Kemacetan, Namun Mampur menggerakkan Perekomian

Author : Humas | Selasa, 30 Agustus 2022 19:25 WIB | SuryaMalang.com - SuryaMalang.com

Ilustrasi mahasiswa di kampus UMM

Ilustrasi mahasiswa di kampus UMM

SURYAMALANG.COM|MALANG-Terjadi lonjakan pada jumlah mahasiswa di Malang pada tahun akademik 2022/2023.

Hal ini karena mulai diberlakukan perkuliahan luring.

Diperkirakan akan ada 330.000 mahasiswa dan sebanyak 10.000 di antaranya adalah mahasiswa baru UMM. 

Sebagian masyarakat merasa bahwa kedatangan para mahasiswa baru ini berdampak negatif berupa peningkatan kemacetan dan peningkatan kepadatan penduduk di Malang.

Dosen Sosiologi UMM Dr Wahyudi MSi mengatakan kedatangan ribuan mahasiswa membawa dampak baik bagi masyarakat Malang.

Ia menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang menarik kaum muda untuk merantau ke Malang.

Pertama adanya ketersediaan lembaga pendidikan yang kredibel untuk meningkatkan pengetahuan. Kedua adalah sektor pariwisata yang menjamur di Malang maupun Kota Batu.

“Datangnya mahasiswa luar Malang juga membuat masyarakat Malang memiliki toleransi yang tinggi terhadap budaya dan nilai baru," jelas dia, Selasa (30/8/2022) dalam rilis humas UMM.

Hal tersebut menjadikan kota Malang sebagai sebuah melting pot atau tempat peleburan berbagai nilai dan budaya.

Selain itu, kesiapan warga untuk menerima perantau juga terlihat dari peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada, lanjut dosen asal Jawa Tengah tersebut.

Memang tidak dipungkiri ada dampak negatif seperti kemacetan yang meningkat. Terutama di area sekitar kampus pada jam-jam tertentu.

Hal positif yang akan mengiringi pertambahan perantau ini adalah pembangunan dan pembaharuan infrastruktur publik menjadi lebih baik.

Hal ini akan bermanfaat bagi masyarakat Malang. “Pertambahan penduduk memang selalu membawa dampak negatif maupun positif. Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena dampak negatif yang ada lebih kecil daripada efek positif yang diperoleh," urainya.

Selain itu struktur sosial masyarakat Malang juga telah terbentuk dalam menangani berbagai ancaman yang ada seperti kriminalitas dan penyimpangan sosial,” tandas  dosen kelahiran 1964.

Sedang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM Setyo Wahyu Sulistyono SE ME memjelaskan mobilitas penduduk akan menggerakkan komunitas ekonomi minor di sekitar kampus.

Seperti usaha warung makan, fotokopi, dan kos. Selain itu dampak lain yang akan terjadi adalah peningkatan social entrepreneur di masyarakat.

“Tak dapat dipungkiri bahwa industri pendidikan di Malang berpengaruh besar dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Hal ini juga sebagai sarana perbaikan ekonomi pasca pandemi Covid-19 menyerang Indonesia,” papar dosen asal Aceh Timur ini.

Dampak lainnya adalah peningkatan harga dasar produk maupun jasa di Malang. Hal ini dapat terjadi karena dengan bertambahnya penduduk, maka permintaan akan barang dan jasa juga makin meningkat. Sedang persediaan yang ada di masyarakat terbatas.

"Kebiasaan dan budaya para pendatang juga turut mempengaruhi harga yang ada di Malang," kata dia.

Contohnya masyarakat kota besar yang terbiasa hidup dengan Air Conditioner (AC) akan mencari kos yang memiliki fasilitas tersebut.

Penambahan fasilitas  ini akan meningkatkan harga kos yang awalnya berkisar Rp 600.000 perbulan menjadi Rp 1 juta.

Lama kelamaan peningkatan ini akan dianggap sebagai harga standart sebuah kos.

Masa perkuliahan mahasiswa PTN sudah berlangsung. Namun PTS umumnya dimulai pada September 2022. Dua PTN di Kota Malang yang berstatus PTNBH menaikkan jumlah mabanya.

 

Sumber: https://suryamalang.tribunnews.com/amp/2022/08/30/lonjakan-jumlah-mahasiswa-di-malang-timbulkan-kemacetan-namun-mampur-menggerakkan-perekomian
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared:

Kategori

Berita Terpopuler