Fachrul Rozi Pertama Kali Merasakan Puasa di Arab Saudi, Kaget Makanan Melimpah saat Buka Puasa

Author : Humas | Selasa, 18 April 2023 20:16 WIB | SuryaMalang.com - SuryaMalang.com

Fachrul Rozi, salah satu alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merasakan suasana Ramadhan di luar Indonesia. Ia kini tengah melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi dengan beasiswa.

Fachrul Rozi, salah satu alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merasakan suasana Ramadhan di luar Indonesia. Ia kini tengah melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi dengan beasiswa.

SURYAMALANG.COM|MALANG- Fachrul Rozi, seorang alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merasakan suasana Ramadhan di luar negeri. Ia kini tengah melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi dengan beasiswa.

“Ini menjadi momen bulan puasa pertama saya di luar negeri dan jauh dari tanah air. Tentu rindu, tapi alhamdulillah Ramadan di sini juga ramai seperti di Indonesia,” katanya, Selasa (18/4/2023).

Rozi, panggilannya, salah satu kegiatan yang membuatnya kagum adalah saat-saat menjelang berbuka. Meski sama-sama berbagi makanan, tapi orang-orang di Madinah sangat jor-joran dalam memberikan makanan. Mereka seakan berlomba-lomba berbagi dan berusaha mendapatkan banyak kebaikan di Ramadan. Makanannya juga beragam, mulai dari daging sapi, nasi briyani, kebab, dan makanan khas Arab lainnya.

“Saya sempat kaget saking banyak dan melimpahnya makanan untuk berbuka. Alhamdulillah, saya dan teman-teman juga turut bergabung memberikan makanan bagi para muslim di sini,” ujarnya dalam rilis humas UMM. Alumnus Hukum Keluarga Islam menyebut bahwa di Madinah, kurma seakan menjadi makanan wajib untuk berbuka. Biasanya orang-orang di Arab menyantapnya berbarengan dnegan yogurt.

Menurutunya, rasa fresh yoghurt zabadi sedikit berbeda ketimbang yogurt-yogurt pada umumnya. Ada campuran zabadi yang dituangkan ke dalamnya sehingga mempunyai cita rasa yang asam, asin, dan sedikit manis. Tapi ia kurang menyukai karena tidak cocok untuk lidah orang Indonesia. Hal lainnya yang membuat ia takjub adalah adalah kultur masyarakat yang benar-benar berhenti beraktivitas saat azan tiba.

Lalu mereka berbondong-bondong salat berjamaah di masjid. Bahkan para warga juga saling mengingatkan untuk segera melaksanakan salat. Hal itu berlaku bukan hanya saat magrib saja, tapi juga di setiap waktu adzan. Tapi selesai salat, aktivitas kembali berjalan normal. “Memang Arab, terutama Madinah adalah tempat di mana Islam turun dan berkembang pada awalnya. Tapi tetap saja, hal seperti ini membuat saya berdecak kagum. Saya bersyukur bsia menginjnakkan kaki di Kota Nabi ini,” kata Rozi.

Ia berpesan pada anak-anak muda untuk bermimpi dan mengejarnya dengan sungguh-sungguh. Termasuk bersekolah dan menimba ilmu di luar negeri. Ilmu dan pengetahuannya dibawa pulang ke tanah air serta membagikannya kepada yang lain. 
“Hal itu sesuai dengan prinsip saya yakni ‘Pergi untuk Kembali”. Jadi keberadaan saya di sini hanya sementara untuk menuntut ilmu," pungkasnya. Sebab tujuan utamanya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman saat kembali ke Indonesia nanti.

Sumber: suryamalang.tribunnews.com/amp/2023/04/18/fachrul-rozi-pertama-kali-merasakan-puasa-di-arab-saudi-kaget-makanan-melimpah-saat-buka-puasa
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared:

Kategori

Berita Terpopuler