Sejumlah 38 dari 1.510 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memilih untuk dikirim ke daerah bencana di Padang Pariaman daripada ke daerah-daerah lainnya di Jawa Timur. Jumat (15/1), mereka dilepas oleh Pembantu Rektor III UMM, Joko Widodo, disaksikan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Siswanto Budi Prasojo, yang secara khusus datang dari Jakarta untuk memberi semangat bagi peserta KKN UMM.
Meski bencana gempa bumi di Sumatera Barat itu sudah berlangsung lebih dua bulan lalu, namun menurut Koordinator Satgas KKN, Amir Syarifuddin, daerah itu masih memerlukan penanganan khusus. “Terutama pada pemulihan trauma pasca bencana,” kata dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM yang asli Padang Pariaman itu.
Melalui koordinasi dengan Pemda dan Pimpinan Muhammadiyah setempat, peserta KKN itu sudah mempersiapkan kebutuhan sesuai dengan keadaan di lapangan. Namun demikian, mereka akan lebih memrioritaskan penanganan non fisik daripada fisik. Misalnya, pengorganisasian kembali masyarakat, konseling dan pendidikan bagi anak-anak di kecamatan Cubada Air, Pariaman. Hal serupa juga pernah dilakukan oleh mahasiswa dan dosen UMM ketika terjadi Tsunami Aceh tahun 2004 lalu.
Tahun ini, selain ke Sumatera Barat, UMM menyebar peserta KKN di 8 kota/kabupaten, 19 kelurahan dan 52 desa di Jawa Timur. Untuk mereka yang memiliki inisiatif melakukan pengabdian ke Sumatera Barat itu, PR III menjanjikan hadiah yang akan diberikan pasca KKN nanti. “Apa hadiahnya? Nanti kita siapkan jika mereka berhasil melakukan tugas dengan baik,” kata Joko Widodo memotivasi peserta KKN.
Menurut PR III, UMM sampai saat ini masih mempertahankan tradisi KKN. Sejak tahun 1987, KKN menjadi fungsi strategis untuk mencetak generasi muda yang memiliki kecerdasan holistik. Tidak hanya kuat dari segi pengetahuan, emosional namun juga kehidupan sosial. “KKN menjadi sebuah cara untuk mencetak lulusan yang cerdas holistik. Tahun ke-23, KKN UMM telah memberikan komitmen, untuk terus mengabdi,”ujarnya.
KKN Berprestasi
Pelaksanaan KKN UMM banyak diapresiasi oleh berbagai pihak sebagai langkah yang serius dan bermanfaat. Maka tak heran, pelaksanaan KKN UMM tahun lalu memperoleh memperoleh penghargaan KKN Tematik Posdaya Terbaik Tingkat Nasional. Adalah mahasiswa bernama Alam Aji Putra yang berhasil menyisihkan ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Penghargaan dari Yayasan Damandiri tersebut, diperolehnya saat KKN periode Agustus 2009. Progam KKN yang telah dilaksanakan bersama kelompoknya, berhasil menghidupkan program-program yang ada di desa, yakni Puskesdes.
KKN di desa Tulung Rejo, Ngantang, Kabupaten Malang itu berhasil mengajak masyarakat sekitar dan berhasil menciptakan Puskesmas Desa. Puskesdes itu meraih hibah dari sponsor senilai Rp. 1,7 Milyar.
“Ini membuktikan bahwa mahasiswapun bisa melakukan pemberdayaan masyarakat secara serius. Mereka terjun langsung dan dapat berinteraksi langsung dengan suasana baru. Seribu lima ratus mahasiswa, terdapat ribuan pikiran dan ribuan tingkah laku yang berbeda. Saya yakin, mereka bisa memperkaya dan terus menjadikan KKN sebagai sebuah tombak pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.(rka)
Download File: Versi doc