Indonesia | English | Arabic
Senin, 01 September 2014
Anda di : UMM >> Berita >> UMM Berita >> Workshop SOP Matangkan Opersasionalisasi RS UMM

Berita

Workshop SOP Matangkan Opersasionalisasi RS UMM
» Senin, 08 Juli 2013 | 16:05 WIB | Dibaca: 1719
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-umm-3568.html  berita_umm_3568.pdf  berita_umm_3568.doc umm-news-3568-id.ps
 

Persiapan operasionalisasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) memasuki babak baru. Setelah penyelesaian gedung, loading alat kesehatan dan perijinan, kini giliran penentuan tarif dan Standar Operating Procedures(SOP), Sistem Aplication and Product (SAP) serta Holistic Health Care. Workshop persiapan ini berlangsung Senin, (08/07) di Hall hotel UMM Inn. Sebanyak 45 dokter hadir dalam workshop tersebut.

PJS Wakil Direktur RS UMM dr Tantowi Jauhari, MKes menyatakan workshop ini merupakan bagian penting untuk persiapan peresmian RS yang dijadwalkan pada softlaunching 17 Agustus mendatang.

Mengenai tarif untuk pasien RS, dokter yang akrab dipanggil Tomy itu mengaku akan mempertimbangkan beberapa komponen. Untuk itu pembahasan workshop meliputi komponen biaya, data dasar alokasi penghitungan satuan, unit cost pelayanan kesehatan, dan pentarifan sesuai teori dan pentarifan sesuai kepatutan. 

Menurut Tomy jika pentarifan sesuai teori dilakukan, maka akan memerlukan waktu dan pelatihan yang cukup lama. Namun jika melakukan pentarifan sesuai kepatutan waktu yang dibutuhkan lebih cepat namun kurang akurat. Pentarifan yang dilakukan harus dilihat dari jasa dokter, peralatan dan obat-obatan. "Namun tetap harus ada beberapa aturan main yang harus dilakukan. Misalnya, kemungkinan RS UMM memberlakukan kartu yang diperuntukkan bagi warga Muhammadiyah khusunya yang bagi yang kurang mampu untuk berobat," katanya. 

“RS kita ini mengatasnamakan Muhammadiyah, jadi sesuai misinya jangan sampai memberatkan pasien,” utegas Tomy.

Sementara itu pemateri workshop dr. Indra Setiawan, SpTHT membahas mengenai SPO/ SOP dan SAP yang terintegrasi. Indra menjelaskan setiap dokter tidak dapat bekerja seorang diri tanpa adanya perawat dan staf-stafnya. “Tujuan dari adanya SOP ialah meliputi panduan untuk menjalankan suatu pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan unit kerja atau orang lain," ungkapnya. SOP inilah yang dijadikan pedoman pelaksanaan kerja RS UMM ke depan. (nes/nas)


Comment:


Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

Berita Terpopuler

Terkomentari

    Agenda