Indonesia | English | Arabic
Sabtu, 20 Desember 2014
Anda di : UMM >> Berita >> UMM Berita >> Rektor: Masuk UMM, Jangan Gunakan Cara Curang

Berita

Rektor: Masuk UMM, Jangan Gunakan Cara Curang
» Selasa, 14 Mei 2013 | 11:28 WIB | Dibaca: 3191
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-umm-3425.html  berita_umm_3425.pdf  berita_umm_3425.doc umm-news-3425-id.ps
 


            Ujian masuk Gelombang I Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlangsung tertib dan aman meski lokasi tes sempat dipindah dari UMM Dome ke ruang-ruang kelas di Gedung Kuliah Bersama I dan II tiga hari sebelum pelaksanaan, Senin (13/5). Panitia PMB UMM menghubungi satu persatu dari 2.027 peserta ujian untuk memberi tahu pemindahan mendadak itu.

“Kami berusaha memberi tahu semua peserta melalui HP, sedangkan untuk peserta yang tidak bisa dihubungi kami siapkan pengumuman di semua pintu gerbang masuk dan di depan UMM Dome,” kata ketua UPT PMB UMM, Dr. Ermanu Azizulhakim.

Pemindahan lokasi ujian itu, menurut Pembantu Rektor I, Prof Dr Bambang Widagdo, MM, untuk mengantisipasi praktik curang calon mahasiswa. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ditemukan upaya perjokian meski selalu digagalkan. “Di ruang kelas lebih mudah diawasi, karena setiap kelas hanya ada 20 orang dengan 2 orang pengawas,” kata Bambang.

                Tak hanya itu, untuk mengantisipasi perjokian UMM juga bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk memeriksa setiap peserta yang mencurigakan. Peserta tidak diperbolehkan membawa peralatan apapun ke dalam kelas karena semua alat tulis sudah disediakan panitia. Antara lain, pensil, penghapus dan peraut pensil. Hasilnya, panitia ujian berhasil mengamankan 32 orang peserta ujian yang terbukti membawa peralatan elektronik tersembunyi. Dua diantaranya mengaku sebagai joki, dan sisanya sebagai penerima jawaban dari joki-joki tersebut.

                Meski sempat menjadi perhatian, tindakan mengamankan peserta ujian itu tidak sampai mengganggu pelaksanaan ujian. Peserta lain justru mengaku lebih tenang karena lebih senang tidak bersaing dengan peserta yang curang.

                “Ya malah bagus kalau tertangkap. Kita kan jadi tenang kalau semua peserta jujur, hasil kerja keras sendiri, bukan karena joki,” ungkap Rahmat Fatullah, camaba dari Gorontalo.

Rektor UMM, Muhadjir Effendy, menilai praktik perjokian dalam ujian merupakan kriminal intelektual dan menjadi kasus nasional. Pelakunya jelas merusak nilai-nilai pendidikan oleh karenanya harus ditindak tegas. Kasus di UMM merupakan salah satu yang bisa jadi dilakukan oleh jaringan yang sama di kampus-kampus lain. Pengakuan para pengguna jasa joki membenarkan adanya percobaan joki di kampus-kampus lain.

"Mereka sangat ingin masuk UMM, tapi cara-cara seperti ini tentu tidak bisa dibenarkan. Masih banyak calon mahasiswa yang jujur, dan mereka harus dihargai.  Bagaimana mau menjadi generasi yang baik kalau caranya saja sudah mencoba untuk curang. Jangan-jangan nanti malah jadi koruptor," tegas Muhadjir sembari meminta semua orang tua agar tidak mudah terpengaruh oleh iming-iming jalan pintas untuk masuk UMM.

 

Rektor menambahkan, UMM menginginkan mahasiswanya memiliki karakter yang jujur dan setia pada proses, bukan mencari jalan pintas dengan melanggar etika dan hukum. Untuk itu sejak seleksi mereka didorong untuk bersikap jujur.  

Tahun ini UMM membuka tiga gelombang pendaftaran dan satu jalur undangan. Gelombang I sengaja dilaksanakan sebelum pengumuman kelulusan SMA dan pelaksanaan SMNPTN untuk memberi kesempatan luas kepada peminat yang sudah mantap pada pilihannya di UMM. Sedangkan pada gelombang II dan III, memberi kesempatan pada calon mahasiswa yang tidak diterima pada gelombang I atau mahasiswa yang sudah mengetahui kelulusan SMA.

Sementara itu, dari jalur undangan, UMM telah menerima 1.600 calon mahasiswa. Mereka diseleksi dari nilai akademik dan ekstra kulikuler. Tak hanya langsung diterima tanpa tes, jalur ini juga menyediakan beasiswa bebas SPP selama satu semester, kecuali di Fakultas Ilmu Kesehatan yang dibebaskan 50% SPP.  (mal/nes/nas)


Comment:


Edi
14-05-2013
19:03:38
Salut dengan upaya UMM untuk menindak tegas dan memberantas upaya curang/perjokian karena : 1. Mahasiswa yang masuk secara curang maka kualitas moral maupun akademiknya pasti meragukan. 2. Bila mereka berhasil lolos maka akan terjadi ketidakadilan, karena calon mahasiswa yang jujur jadi tersingkir dan kehilangan kesempatan. 3. Tidak ada hal baik yang diawali dengan cara curang. Sekali lagi saya salut dengan kinerja panitia PMB UMM Malang. Kesungguhan seperti ini patut dicontoh oleh lembaga pendidikan tinggi yang lain.

» Balas

Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

Terkomentari

    Agenda

    Pengumuman