Indonesia | English | Arabic
Jumat, 01 Agustus 2014
Anda di : UMM >> Berita >> UMM Berita >> Mahasiswa Acicis Teliti Dukun dan Bela Diri Silat

Berita

Mahasiswa Acicis Teliti Dukun dan Bela Diri Silat
» Senin, 22 Oktober 2012 | 15:41 WIB | Dibaca: 2355
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-umm-3092.html  berita_umm_3092.pdf  berita_umm_3092.doc umm-news-3092-id.ps
Hayley Wood, Mahasiswa ACICIS mempresentasikan penelitiannya di Ruang Sidang GKB 1.

Dua mahasiswa Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mempresentasikan progres report penelitiannya, Senin (22/10). Mereka adalah Hayley Wood dan Match. Bersama 11 mahasiswa ACICIS angkatan 35 lainnya, keduanya berhasil menaaik perhatian dosen dan mahasiswa UMM.

Hayley meneliti tentang “Globalisasi, Modernisasi, Islamisasi dan Perubahan Kepercayaan terhadap Mistis” yang dilakukan di Banyuwangi Jawa Timur. Dia mengaku tertarik mengambil tema ini karena masyarakat Banyuwangi memiliki kebiasaan yang unik yang berhubungan dengan budaya dan hal tersebut menarik untuk diteliti. Dengan kemampuan berbahasa Indonesianya, Hayley mencoba meyakinkan agar reportnya dapat diterima oleh dosen pembimbingnya,  Dr A. Habib, MA.

        Dalam penelitian yang dilakukan Hayley, dia benar-benar terjun ke masyarakat agar tujuan yang diinginkan saat penelitian dapat terwujud. Gadis berkulit putih ini mencoba melakukan hal-hal yang menjadi kebiasaan orang Banyuwangi yang berhubungan dengan budaya, agama dan kesenian. “Saya mendatangi upacara perkawinan, pergi ke dukun, mengikuti pengajian, membuat kue bikang dan mengikuti tradisi lainnya,” aku Hayley.

Hal tersebut dianggap luar biasa oleh dosen Habib karena Hayley berani berkomunikasi dan mempelajari kebiasaan masyarakat Banyuwangi. “Orang Banyuwangi sangat kental akan tradisi, dia hebat bisa masuk ke dalamnya,” puji Habib pada Hayley.

        Sedangkan Match meneliti tentang pencak silat di Indonesia khususnya di Kota Madiun. Dia telah meneliti selama 6 tahun dari Australia. Selama 6 bulan di Malang, dia mulai terjun dan menjadi anggota dalam pencak silat Pemula. “Saya tertarik dengan pencak silat oleh karena itu saya mengambil ini sebagai tema penelitian,” ucap Match.

Bagi Match, tidak terlalu sulit beradaptasi dengan masyarakat Jawa. “Saya mau belajar boso Jawi agar penelitian dapat berjalan lancar,” tambah Match.

        Koordinator Acicis UMM, Widiya Yutanti, MA, menerangkan dalam penelitian yang dilakukan ada beberapa kendala yang dialami oleh mahasiswa Acicis, seperti penguasaan bahasa Indonesia yang kurang, belum mengetahui secara jelas konsep Islamisasi, mistis dan modernisasi yang terjadi di Indonesia. Namun kendala tersebut dapat diatasi dengan bantuan dosen pembimbing dan selalu berlatih agar mendapatkan hasil penelitian sesuai dengan yang diharapkan.

Namun Widiya mengaku bangga dengan mahasiswa ACICIS karena mereka meneliti Indonesia dengan berusaha mengerti budaya yang ada di sana, misalnya Banyuwangi, Madiun dan kota lainnya.

        Progres report ini dilakukan untuk melaporkan tema sebelum penelitian dilakukan. Sekitar 6 bulan mereka belajar di UMM melaksanakan penelitian dan mengikuti beberapa mata kuliah seperti Bahasa dan Kebudayaan Indonesia, Sosial Budaya Malang Raya, Desain dan Progres Penelitian, Teknik Pengumpulan Data serta Etika Penelitian. Mata kuliah tersebutr menunjang penelitian yang saat ini sudah dijadilan dalam bentuk proposal dan telah dilaporkan pada seluruh tamu yang telah datang. 

        Mahasiswa diberi kebebasan dalam memilih tema yang akan diteliti, namun harus dalam lingkup isu sosial dan politik karena mereka merupakan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional. (mal/nas)

Comment:


Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *