Indonesia | English | Arabic
Sabtu, 22 November 2014
Anda di : UMM >> Berita >> UMM Berita >> Konferensi di UMM, Sosiolog Bahas Arah Masa Depan Sosiologi Indonesia

Berita

Konferensi di UMM, Sosiolog Bahas Arah Masa Depan Sosiologi Indonesia
» Sabtu, 20 Oktober 2012 | 12:12 WIB | Dibaca: 13603
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-umm-3089.html  berita_umm_3089.pdf  berita_umm_3089.doc umm-news-3089-id.ps
 Suasana Konferensi Nasional Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) 2012 di Aula BAU UMM.

Konferensi Nasional Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) 2012 berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini konferensi mengangkat tema “Rethinking Sociology, Mengkaji Kembali Kontribusi Sosiologi dalam konteks Indonesia yang berubah”. Konferensi ini merupakan kerjasama antara ISI dengan jurusan Sosiologi UMM. Acara berlansgung selama dua hari Jumat dan Sabtu (19-20/10). Sekitar 100 peserta yang terdiri dari perwakilan universitas se-Indonesia, lembaga-lembaga seperti LIPI, balai-balai pusat penelitian departemen, guru-guru sosiologi dan umum hadir dalam acara ini.     

            Ketua panitia Rachmad K. Dwi Susilo, M.A menyampaikan harapannya agar acara ini dapat memberikan kontribusi untuk mengembangkan sosiologi, menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih bagus, menyatukan sosiolog-sosiolog dan peminat sosiologi seluruh Indonesia untuk mendiskusikan mau dibawa kemana masyarakat Indonesia kedepannya. “Semoga 2 hari yang singkat ini dapat memberikan sesuatu yang berharga bagi masyarakat bangsa Indonesia dan bagi sosiologi,” katanya.

Penyambutan peserta dan pembukaan konferensi secara resmi dilakukan oleh Pembantu Rektor I UMM, Prof. Dr. Bambang Widagdo, MM. Bambang menyampaikan harapan agar konferensi ini bisa sebagai sarana memikirkan kembali isu-isu sosiologi dan kontribusi sosiolog terhadap segala dinamika perubahan masyarakat yang sangat cepat. “Saya menaruh harapan besar supaya kita semua memiliki kontibusi di dalam perubahan masyarakat yang begitu cepat dengan mengkaji permasalahnnya dengan baik dan benar,” ujarnya.

Sedangkan Ketua ISI, Dr. Drajat Tri Kartono, MSi menjelaskan latar belakang konferensi ini dilaksanakan. Kurangnya data tentang berbagai permasalahan masyarakat yang dimiliki oleh sosiolog dan kurangnya kontribusi pemikiran sosiolog terhadap permasalahn di masyarakat menjadi faktor dibentuknya forum dan konferensi ini. Drajat mengharapkan lewat konferensi ini bisa mendapat semangat kemandirian, nantinya dapat membuat buku berisi pemikiran-pemikiran selama konferensi agar sosiolog memiliki referensi lebih banyak dan membentuk standarisasi supaya memacu sosiolog untuk lebih maju.

“Semangat kemandirian yang paling penting supaya dengan ada atau tidaknya dukungan dari pemerintah namun kita tetap bisa aktif contohnya lewat konferensi ini,” jelasnya.

Acara antara lain diisi dengan panel seminar dengan menampilkan empat pembicara yaitu Prof. Dr. Heru Nugroho dari Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Dr. Pawinnare Hijag dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Dr. Ir. Titik Sumarti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Dr. Wahyudi, M.Si sebagai Dekan FISIP dari UMM dengan Dr. Vina Salviana dari UMM sebagai moderator yang diawal acara panel seminar sempat membacakan sebuah puisi.

Ada 8 cluster yang dibahas dalam konferensi kali ini yaitu kemiskinan, gender, gerakan sosial, perkotaan, konflik dan kekerasan, hubungan antar golongan dan agama, pendidikan dan karakter bangsa serta kebudayaan dan identitas bangsa. Delapan cluster tersebut dibahas di dalam seminar paralel dimana dibagi menjadi dua sesi dengan sesi pertama pada malam hari pertama dan sesi kedua pada pagi hari kedua yang berlokasi di kelas-kelas Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 lantai 6.

Perencanaan kedepan dibahas pada rapat pengurus ISI tentang publikasi jurnal, penelitian, joint research dan  pengembangan materi sosiologi SMA pada hari kedua. Selain itu Prof. Dr. Haryono Suyono sebagai Ketua Dewan Nasional Indonesia Untuk Kesejahteraan Sosial memberikan paparannya mengenai sosiologi modernisasi dengan moderator Prof. Dr. Ir. Keppi S. Selanjutnya penutupan acara konferensi nasional dilakukan oleh Ketua ISI dan Dekan FISIP UMM.

Panitia juga menyajikan berbagai kesenian. Diantaranya, tarian tareek pukat dari Sumatra yang dibawakan oleh mahasiswi-mahasiswi jurusan sosiologi UMM. (riz/nas) 


 

 


Comment:


Laurent Tresno
30-10-2012
13:55:42
Bro, kalo ada konferensi lagi undang undang ya makasih saya minat banget ikut konferensi seperti ini

» Balas

Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

Terkomentari