|
| Baksos di Tunggul Wulung ramai dikunjungi warga sekitar |
Tradisi menyantuni fakir miskin yang dilakukan oleh kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berlanjut. Ramadhan tahun ini, UMM membagi 600 paket sembako dan mengadakan pengobatan gratis untuk 600 orang di tiga lokasi di Malang Raya, yakni Tlekung kota Batu, Sumber Pucung kabupaten Malang dan Tunggul Wulung kota Malang. Selain itu, lebih dari 300 lembaga dan ribuan perorangan memperoleh bantuan kurma dari Kedutaan Arab Saudi yang disalurkan melalui UMM. Total kurma yang didistribusikan tahun ini mencapai 8 ton atau meningkat 4 kali lipat disbanding tahun lalu.
Ketua Panitia Semarak Ramadhan UMM, Muhammad Wachid, menerangkan selain kegiatan kajian dan I’tikaf, pihaknya memang meyelenggarakan bakti sosial yang melibatkan dosen, dokter, karyawan serta mahasiswa. Mereka secara suka rela membantu umat yang membutuhkan bantuan dengan paket sembako dan pengobatan secara gratis.
Di setiap lokasi Baksos, panitia berkoordinasi dengan Ranting atau Cabang Muhammadiyah setempat. Selain itu, untuk menambah jumlah santunan, untuk di Tlekung maupun di Sumber Pucung UMM bekerjasama dengan Lazis Muhammadiyah sehingga penerimanya bisa lebih dari 200 orang di setiap lokasi. Sedangkan di Tunggul Wulung, Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat menambah jumlah bantuan atas swadaya warga dan simpatisan Muhammadiyah.
“Alhamdulillah dari tahun ke tahun kami bisa meningkatkan jumlah bantuan ini. Begitu juga lokasi yang kita bidik selalu berpindah-pindah agar lokasi yang sudah kita kunjungi akan meneruskan tradisi ini di tahun-tahun kemudian,”kata Wachid di tengah-tengah acara Baksos di Tunggul Wulung, Ahad (12/8).
Sebelum berlangsungnya pengobatan dan pembagian sembako, warga yang berkumpul menerima siraman rohani dari dosen UMM dan pimpinan Muhammadiyah setempat. Tema ceramahnya tak jauh dari mengambil hikmah Ramadhan yang merupakan bulan mengasah kepakaan sosial dan meningkatkan ketaqwaan.
Ketua Ranting Muhammadiyah Tunggul Wulung, Prof Dr Tobroni, mengaku senang didatangi tim UMM. Setiap tahun di wilayahnya memang punya tradisi menyantuni, tetapi jumlahnya tak lebih dari 100 paket. Warga sekitar masjid Surya Gemilang yang sedang dibangun sangat membutuhkan bantuan sembako dan pengobatan itu. “Teologi Al-Ma’un ini menjadi ciri khas Muhammadiyah. Jadi setiap ranting Muhammadiyah harus membuat gerakan menyantuni warga sekitar yang membutuhkan,” kata Tobroni.
Ranting Muhammadiyah Tunggul Wulung saat ini sedang membangun masjid yang akan dijadikan sebagai pusat dakwah dan pelayanan sosial. Dalam konsepnya, masjid yang terletak di tengah pemukiman baru itu diharapkan bisa merangkul warga sekitar agar menikmati Islam berkemajuan dan menggembirakan. “Insya Allah masjid ini akan terus memberi santunan kepada warga yang membutuhkan,” kata Tobroni.
Untuk pemeriksaan dan pengobatan gratis, MM menerjunkan 3 orang dokter, 12 perawat dan 5 apoteker. Selain itu juga disiagakan satu unit ambulans dan beberapa mobil jemputan. “Prinsipnya kami ini melayani. Kalau ada warga yang tidak bisa hadir di sini kami akan mengunjungi ke rumahnya dengan tim kesehatan lengkap,” kata ketua tim kesehatan, dr Tantowi Jauhari, M.Kes. (nov/uci/nas)