Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhadjir Effendy, mengatakan program Generasi Berencana (Genre) yang digagas BKKBN sesuai dengan apa yang sudah diterapkan di UMM selama ini. Menurutnya, program no drug, no free sex dan cegah HIV/AIDS yang diusung GenRe sesuai dengan slogan pantangan mahasiswa UMM.
“Mahasiswa UMM itu memiliki 4 pantangan. Yaitu, larangan mendekati drug dan napsa, asusila termasuk free sex,no crime dan no violence. Jika melanggar, sanksinya sangat berat hingga dipulangkan ke orang tuanya kembali,” tegas rektor saat memberi sambutan pada pembukaan Jambore Nasional Pusat Konsultasi dan Informasi (PIK) Mahasiswa Muhamammadiyah se-Indonesia, di UMM, Jumat (6/7).
Jambore diikuti 335 mahasiswa dari 30 propinsi yang merupakan utusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Kepala BKKBN Pusat, Dr dr Sugiri Syarif, menyatakan dipilihnya UMM sebagai tuan rumah pertama jamboree itu karena sebagian besar PIK berdiri di PTM dan UMM merupakan PTM terbesar di Indonesia.
“Acara ini akan kita buat rutin dan nanti kampus-kampus lain bisa melamar sebagai tuan rumah agar bisa besar seperti UMM ini,” ujar Sugiri.
Dalam sambutannya, Sugiri menyinyalir angka seks pranikah yang dilakukan oleh remaja usia 16-24 tahun di Indonesia tergolong tinggi. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena mereka belum mengerti betul akan risiko penyakit menular bahkan HIV/AIDS. “Melalui Program GenRe untuk kalangan mahasiswa inilah kita berharap agar mahasiswa menjadi ujung tombak gerakan remaja yang sadar akan bahasa free sex, HIV Aids dan drug,” kata Sugiri.
Jambore berlangsung selama 4 hari hingga Senin (9/7) mendatang. Kegiatan diikuti aktivis PIK dari berbagai kampus didampingi dosen pembina masing-masing. Acara dikonsentrasikan di UMM Dome, sedang penginapan peserta di Rusunawa I UMM. “Selain kita isi dengan mata acara yang serius serta lomba-lomba, kita juga adakan acara fun untuk mempuk kebersamaan,” kata ketua pelaksana Athok Miftahulhuda.
Sementara itu, dalam pembukaan kemarin, perwakilan peserta dari berbagai daerah menampilkan tarian daerah masing-masing. Sepuluh kelompok tari menampilkan antara lain dari Papua, Sulawesi dan Madura. Penampilan mereka membuat Ketua BKKBN Pusat dan rektor tertegun. Begitu juga Mars BKKBN yang dinyayikan oleh PSM FK UMM, tak pelak membuat peserta memberi aplaus cukup panjang. (uci/nas)