 |
| Para pemenang lomba menulis inspiratif FKIP UMM |
Sebuah lomba penulisan yang unik diselenggarakan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kompetisi yang diberi tajuk Lomba Menulis Inspiratif (LMI) ini diinspirasi dari komunitas penulis di akun Facebook FKIP UMM. Tak tanggung-tanggung peserta lomba itu sebanyak 380 karya dari 350 sekolah di Indonesia.
“Pada awalnya ini merupakan program dari group facebook yang dimiliki oleh FKIP, karena besarnya antusias para pengguna FB ini, maka kami mencanangkan kegiatan lomba ini,” terang ketua pelaksana LMI, Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd, usai menyerahkan hadiah kepada pemenang, Sabtu (16/6) di taman baca gedung ICT UMM.
Kompetisi sudah dimulai dari bulan Maret hingga penganugerahan pemenang hari ini. Siswa-siswi SMA dan sederajat yang menulis melalui facebook ternyata cukup banyak. “Ini menujukkan bahwa sebenarnya potensi penulis muda sangat besar. Mereka telah memanfaatkan FB untuk kepentingan yang positif, kreatif,” lanjut Dyah.
Tulisan yang dilombakan harus mengusung tema “Seandainya Aku Menjadi Seorang Guru Profesional”. Para siswa diminta memberi gambaran ideal bagaimana seorang guru yang professional di mata mereka.
Pembantu Rektor II, Drs Fauzan MPd, mengaku senang dengan antusiasme siswa mencari inspirasi dari sosok guru. “Guru jangan lagi dipandang sebagai hanya pahlawan tanpa tanda saja, tapi juga sebagai profesi yang profesional yang patut dipertimbangkan oleh para remaja. Guru merupakan profesi yang menarik yang bisa melahirkan generasi-generasi muda yang berkualitas,” kata mantan Dekan FKIP ini.
Selain penganugerahan bagi siswa pemenang lomba, kegiatan ini juga dibarengi dengan launching buku yang berisi 50 karya terbaik hasil pilihan dewan juri. Buku yang berjudul “Guru Professional Perspektif Siswa se-Indonesia” ini bisa menjadi apresiasi dan pemacu semangat penulis muda untuk mengembangkan karyanya jauh lebih baik lagi. Hal ini juga dibenarkan oleh Evi Sofia Inayati, juara pertama LMI yang mengaku kegiatan ini sebagai wadahnya untuk semakin mengembangkan diri.
“Awalnya saya tidak begitu menghiraukan lomba ini, tapi gara-gara banyak siswa yang ikut mengirimkan karyanya, akhirnya saya terpacu harus mengikuti LMI ini,” jelas Evi, siswi kelas 12 MAN Patas, Buleleng Bali. Gadis yang mengirimkan karya tulisnya dengan judul “Guru Sepopuler facebook”, berharap guru akan lebih peduli kepada siswanya. Baginya, menanyakan apa yang dikehendaki siswa sebelum memulai pelajaran merupakan bentuk pengertian yang seharusnya dilakukan seorang guru. Ia menganalogikan kata-kata what’s on your mind di FB sebagai wujud pertanyaan yang harus dilontarkan guru sebelum memulai pelajaran.
Dengan begini, berbagai macam tulisan tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya karangan imajinatif belaka, namun dapat mengispirasi para pembacanya, jelas ketua pelaksana disela-sela acara penganugerahan. (uci/nas)
07:54:47
» Balas