 |
| Rektor UMM Muhadjir Effendy memberikan cinderamata kepada duta besar Ameroka untuk Indonesia Scoot Marciel |
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scott Marciel, kembali melepas relawan asal AS yang telah mengikuti Pre-Service Training (PST) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sejumlah 44 relawan yang tergabung dalam Peace Corps dilepas Dubes disaksikan Menteri PPN/ Kepala Bapenas Prof Dr Armida Alisjahbana dan Ketua PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu’thi, di kampus III UMM, Jumat (15/6).
Tahun ini merupakan angkatan ke-3 Peace Corps melakukan PST di UMM. Dari tahun ke tahun jumlah relaan yang dikirim ke UMM semakin meningkat. Tahun lalu, Marciel melepas 29 relawan, sedangkan tahun 2010, Dubes AS juga melepas 20 orang. “Tahun depan Insya Allah tetap kita kirim ke sini, jumlahnya bertambah jadi sekitar 60 orang,” kata Marciel.
Peace Corps merupakan organisasi yang didirikan prsiden JF Kennedy tahun 1961. Hingga saat ini telah lebih 200.000 warga AS mengikuti program ini untuk melayani di 139 negara di dunia. Sejak putus hubungan dengan Peace Corps tahun 1965, Indonesia baru memulai lagi menerimanya tahun 2010 lalu. Koordinator Peace Corps Indonesia memilih UMM sebagai host PST setelah menyurvei berbagai kampus di Indonesia.
“Kami menemukan semua yang kami inginkan di UMM. Kampusnya, hubungan dengan induk semang rumah-rumah kos yang kami butuhkan, dosen, sarana dan prasarana, serta kelayakan lainnya telah kami perhitungkan,” terang direktur Peace Corps Indonesia, Ken Puvak.
Sebagaimana Peace Corps angkatan I dan II, para relawan selanjutnya dilepas untuk melakukan pnegabdian sebagai guru di sekolah-sekolah di Jawa Timur. Selama PST, mereka telah dilatih untuk menyesuaikan dengan bahasa dan budaya Indonesia dan tinggal di rumah-rumah di pedesaan di sekitar Batu. Selama tiga bulan mereka harus terus menerus belajar budaya bahkan lagu Indonesia Raya.
“Saya ikut arisan, pengajian, PKK bersama ibu-ibu,” kisah Okhee Shim, salah seorang relawan. “Padahal sebelumnya saya tidak mengenal bahasa Indonesia sama sekali, selain selamat pagi, selamat siang, selamat malam dan nama saya….”.
Menteri PPN/ Kepala Bapenas yang bertanggung jawab dalam penempatan program ini berharap program ini memiliki manfaat besar pada masyarakat Indonesia. “Gunakan kesempatan langka ini untuk lebih mendalami, mendekati budaya, bahasa dari tamu-tamu kita ini,” kata Armida.
Hal senada diungkapkan Marciel. “Kami yakin dengan adanya kerjasama ini dapat membuat hubungan antara AS dan Indonesia dapat menjadi semakin baik, karena ikatan dari para relawan peace corps ini merupakan unsur penting dari usaha yang kami jalankan untuk dapat membangun rasa saling pengertian diantara kedua belah negara,” ungkapnya.
Sementara itu, rektor UMM, Muhadjir Effendy, mengaku bangga dengan dipilihnya UMM sebagai satu-satunya yang dipercaya AS untuk menyelenggarakan PST. Setelah tiga angkatan ini sukses dan akan disusul angkatan-angkatan berikutnya, kata Muhadjir, semakin menguatkan bukti bahwa UMM dapat menjalankan program ini dengan baik. “Saya yakin hubungan people to people contact akan semain bagus ke depannya,” kata rektor.
Abdul Mu’thi yang hadir mewakili ketua Umum PP Muhammadiyah yang sedang konferensi di Korea Selatan, menyampaikan, Muhammadiyah telah lama menjadi organisasi yang berkelas internasional. Keikut sertaan Muhammadiyah dalam forum-forum dunia dan pengakuan organisasi dunia terhadap universitas Muhammadiyah merupakan salah satu bentuk kepercayaan bahwa Muhammadiyah memang ormas kelas dunia.
“Muhammadiyah juga ikut andil dalam upaya-upaya perdamaian di berbagai negara konflik serta memberi beasiswa studi bagi mahasiswa asal Thailand,” kata Mu’thi menyontohkan.
Setelah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Peace Corps selama ini, untuk tahun-tahun mendatang Bapenas akan menggandeng Kementerian Dikbud dan Kemenag. Oleh karena bantuan yang diberikan Peace Corps berupa guru di sekolah-sekolah baik umum maupun madrasah, maka dipandang penting melibatkan kedua pihak itu.
“Selain itu untuk tahun mendatang jumlah relawan akan meningkat dari tahun sebelumnya. Daerah sebarannya pun akan kita perluas, tidak hanya Jawa Timur tetapi juga Banten dan Jawa Barat,” tambah Armida. (nov/nas)
22:40:46
» Balas