Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang, memiliki lebih dari 20 kampus peguruan tinggi besar dan kecil. Kota yang dicanangkan oleh Wali Kota Malang, Peni Suparto, sebagai Kota Pendidikan Internasional pada tahun 2004, dihuni tak kurang 110.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia dan luar negeri. UMM merupakan salah satu universitas swasta terbesar di kota ini yang memiliki lebih dari 23.000 mahasiswa. Kampus UMM terletak di antara pertemuan perbatasan antara Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Apa yang membuat Malang Raya menjadi rujukan bagi mahasiswa luar daerah? Dan apa saja alasan memilih UMM sebagai tempat studi? Berikut hasil penelusuran yang berhasil dihimpun dari pengakuan mahasiswa dan alumni UMM.
Lima Alasan Memilih Malang
Pertama, secara geografis Malang berada di dataran tinggi dengan cuaca yang relatif stabil membuatnya menjadi kota yang sejuk. “Malang selalu membuat saya kangen udaranya,” kata Julio Tomas Pinto, alumni FISIP UMM, sekarang menjadi State Secretary for Deffence, Timor Leste.
Kedua, Malang memang bukan kota besar, tetapi kota yang modern. Hampir semua fasilitas kota modern terdapat di Malang, seperti moda transportasi modern, mal, tempat perbelanjaan, fasilitas olah raga dan lainnya. “Kotanya komplit,” kata Trisna Wijayanti, mahasiswa asal Banjarmasin.
Ketiga, di Malang hampir tidak mengenal banjir, erupsi gunung berapi, gelombang tsunami, dan lainnya. “Kotanya aman dari bencana alam. Itu membuat orang tua saya tidak mengkhawatirkan keadaan saya dari bencana alam,“ Ratih Wulan Pinandu, mahasiswa UMM asal Lampung.
Keempat, sebagai kota pendidikan, Malang banyak melahirkan karya-karya akademik dan tokoh ilmuwan nasional. “ICMI kan lahir di Malang, gerakan-gerakan mahasiswa juga lahir di Malang,” kata Putri Eka Pratiwi, alumni jurusan Kesejahteraan Sosial FISIP UMM, sekarang bekerja sebagai Coorperate Communication Djarum Foundation, Jakarta.
Kelima, Malang dikenal sebagai salah satu pusat budaya yang sering menjadi trend setter nasional. Di Malang banyak terdapat sanggar-sanggar budaya, serta tempat-tempat wisata yang sangat diminati. “Malang sangat menarik,” kata Ashley Arzy, mahasiswa S2 Ohio University Amerika Serikat, yang pernah studi di UMM.
Lima Alasan Memilih UMM
Pertama, kampus UMM sangat elok, sejuk, sehingga nyaman untuk studi. “Saya suka suasananya. Ini mirip kampus-kampus di Polandia,” kata Hanna Szimanska, mahasiswa UMM asal Polandia.
Kedua, tradisi akademik dan iklim kompetisi di UMM yang kuat, berfikiran terbuka (open minded). “Budaya akademik itu mampu membuat kami merasa nyaman dalam belajar dan beraktivitas,” kata M. Alfan Alfian, alumni FE UMM, yang kini menjadi pengamat politik The Akbar Tandjung Institute.
Ketiga, UMM dikenal sebagai kampus berkarakter dan membentuk karakter kebangsaan. Kemajemukan di UMM sangat dihargai. “Saya benar-benar merasakan kuliah di kampus yang damai, walau saya bukan orang muslim,” ungkap Farden Atus, mahasiswa asal Timika, Papua.
Keempat, Atmosfir kewirausahaan, berfikir kreatif dan inovatif sangat kondusif di UMM. “Mahasiswa bisa belajar bekerja melalui magang sebagai tenaga partimer di unit-unit di UMM,” ujar alumni UMM asal Palangkaraya, Fikri Taufani.
Kelima, Kerjasama internasional di UMM membuka peluang luas beasiswa bagi mahasiswa dan dosen. “Siapa sangka saya bisa ke negeri sepakbola seperti Portugal” kata Rendra Ardyansah, mahasiswa FISIP UMM peraih beasiswa Erasmus Mundus di Portugal. (nov/nas)