 |
| Jumlah peserta ujian seleksi mahasiswa baru UMM terus mengalami kenaikan. |
Ujian seleksi calon mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hari ini (14/5) berlangsung lancar. Rektor Dr Muhadjir Effendy bersama jajarannya memantau pelaksanaan ujian di ruang utama dan ruang teater UMM Dome. Ujian dimulai pukul 8 hingga 10.30 pagi.
Pada pendaftaran gelombang pertama ini, UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM menerima sejumlah 4171 pendaftar terdiri dari 2220 jalur PMDK dan 1951 jalur tes. “Sebenarnya masih ada sekitar 3000 calon mahasiswa yang sudah mendaftar melalui jalur online, tetapi tidak ikut tes hari ini karena memilih di gelombang II. Mereka menunggu pengumuman lulus SMA dulu,” terang kepala PBM Dr Ermanu Azizulhakim.
Diakui Ermanu, jumlah pendaftar tahun ini naik tajam dibanding gelombang yang sama tahun lalu. Kenaikannya mencapai 75-90%. Pihaknya optimis pada gelombang II trendnya juga sama, meningkat. Meski demikian, kuota penerimaan di seluruh jurusan di UMM tidak banyak berubah disbanding tahun lalu. Total mahasiswa yang diterima berkisar antara 5.500 hingga 5.800 saja.
Untuk gelombang I ini, jumlah mahasiswa UMM yang akan diterima tergantung dari grade hasil tes. Setiap jurusan sudah mematok standar kelulusan calon mahasiswa sehingga jumlahnya bisa beragam. Jurusan Kedokteran, misalnya, disebut sebagai jurusan yang paling tinggi grade nilai masuknya. Peminat jurusan ini masih tertinggi di UMM sehingga persaingan diperkirakan akan sangat ketat. “Untuk jurusan ini kami memang memasang nilai tinggi agar mahasiswa yang kami didik betul-betul siap menjadi dokter. Kualitas row-input ini sangat penting untuk proses selanjutnya,” kata dekan FK UMM, dr. Irma Suswati, M.Kes.
Staf PMB, Dr Sugeng Pujileksono, menjelaskan tahun ini asal pendaftar menyebar dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. “Tidak ada kabupaten yang tidak mengirim dutanya jadi mahasiswa UMM,” katanya. Namun, calon mahasiswa dari Jawa tetap mendominasi jumlah pendaftar. Sedangkan dari luar Jawa didominasi Kalimantan, terutama Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.
Sebagaimana tahun lalu, materi tes ujian terdiri dari UMM Scholastic Test, yang menyerupai tes TPA, dan Bahasa Inggris. Tes ini dinilai bisa menjadi alat ukur efektif untuk menyaring calon mahasiswa.
Hasil tes gelombang I akan diumumkan 18 Mei mendatang melalui website umm.ac.id dan papan pengumuman di kampus. Sedangkan pendaftaran gelombang II telah dibuka hingga pertengahan Juni, dan gelombang III hingga Agustus mendatang. “Kami optimis Insya Allah pendaftaran tahun ini tembus angka 12.000 calon mahasiswa,” ungkap Ermanu. (uci/nov)
17:48:01
» Balas