Indonesia | English | Arabic
Kamis, 20 Juni 2013
Anda di : UMM >> Berita >> UMM Berita >> Kopertis 7: AKU Bukti UMM Kampus Bermutu

Berita

Kopertis 7: AKU Bukti UMM Kampus Bermutu
» Senin, 07 Mei 2012 | 11:24 WIB | Dibaca: 1987
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-umm-2817.html  berita_umm_2817.pdf  berita_umm_2817.doc umm-news-2817-id.ps


 

Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah 7 Jawa Timur kembali memberikan anugerah kepada kampus swasta unggulan yang diberi nama Anugerah Kampus Unggul (AKU). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2012 ini Kopertis menambah jumlah penerima penghargaan itu meliputi kategori universitas, sekolah tinggi, institut, akademi dan politeknik.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menerima AKU. UMM merupakan satu-satunya kampus yang berhasil mempertahankan penghargaan itu selama lima tahun berturut-turut sejak tahun 2008 ketika pertama kali AKU diluncurkan. Tahun 2010, ketika meraih untuk ketiga kalinya, UMM menerima penghargaan tambahan bernama AKU Kartika. UMM dinilai sebagai kampus paling unggul dalam tata kelola dan kelembagaan, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta pembinaan kemahasiswaan.

Berikut wawancara kepala Humas UMM, Nasrullah dengan koordinator Kopertis 7, Prof. Dr. Sugijanto, MS. Apt, di Surabaya beberapa waktu lalu. Hasil wawancara ini juga telah dimuat di halaman 6 Harian Republika, Jumat (4/5) lalu.

Apa perlunya Kopertis 7 mengeluarkan penghargaan AKU?

Perguruan Tinggi yang benar-benar berusaha untuk meningkatkan mutunya kan bisa menjadi contoh, kalau sudah menjadi contoh maka harus ada penilaian. Apalagi di era persaingan global, orang lebih melihat mutu, sehingga betul-betul mutu harus dibuktikan dengan apa? Dari nilainya, penilaian ada, kemudian diberilah penghargaan.

Dalam kaitan ini kami perlu menghargai teman-teman atau perguruan tinggi yang memang berusaha untuk mempergaiki citra mutunya, sehingga kalau dari luar negeri saja ada penghargaan sebagai ranking dunia, misalnya QS Star, Webometrics.

Bagaimana proses seleksi peraih AKU?

Tentu saja karena dalam menilai tidak bisa orang perorang harus ada timnya. Tim ini kita bentuk. Yang dinilai itu keseluruhan kegiatan yang ada dan prestasi-prestasinya, dan itu dibagi dalam tiga kelompok besar. Yaitu kelembagaan dan tata kelola, kemudian ada penelitian dan pengabdian masyarakat, yang ketiga adalah kemahasiswaan.

Kopertis sudah menyusun buku pedoman penilaian itu, yang garis besarnya tata kelola dan kelembagaan memiliki bobot 50%, penelitian dan pengabdian masyarakat 35% dan pembinaan kemahasiswaan 15%. Tata kelola itu dibagi lagi, misalnya aspek kelembagaan yayasan, akreditasi prodi dan institusi, IT, penjaminan mutu dan lainnya.

Mereka yang memperoleh skor tertinggi mendapat Anugerah Kampus Unggul atau AKU, dapat piala, seperti piala Citra dalam film itu. Lalu yang bisa mempertahankan tiga tahun berturut-turut diberi tambahan AKU Kartika. Kebetulan baru UMM satu-satunya yang pernah dapat AKU Kartika. Untuk bisa berturut-turut itu ndak mudah lho… UMM harus bersyukur dan mempertahankannya.

Tanggapan tentang diraihnya AKU yang kelima kalinya oleh UMM?

Ya itu tadi, UMM harus bersyukur. UMM termasuk yang memiliki dosen DPK (diperbantukan oleh pemerintah, red) yang paling banyak. Belum lagi dosen tersertifikasi, hibah dan sebagainya. Jadi bantuan negara kepada UMM sangat besar. Jadi wajar jika UMM harus menunjukkan kualitas terbaiknya kepada masyarakat. Dosennya dikelola, diberdayakan dengan baik, maka mereka juga benar-benar ikut memberdayakan perguruan tingginya.

UMM juga berhasil menunjukkan prestasi di tingkat internasional. Misalnya lewat peringkat di Webometric, serta QS Star. Dia bisa lebih unggul daripada PTN. Itu kan penilaian obyektif orang luar negeri, bukan orang kita, berarti kan hebat itu. Ini bukti bahwa UMM memang bermutu.

Jadi filosofi dasar kita bahwa orang-orang yang berusaha untuk berbuat baik, sudah sepantasnya UMM juga mendapatkan mendapatkan kebaikan. Itu filosofinya. Kalau dia memang menonjol kebaikanya, ya kita beri apresiasi.

Yang sulit itu kan menjaga dan meningkatkan. UMM harus benar-benar menjaga citranya dengan baik, dan meningkatkan kualitasnya disemua lini yang dinilai itu.

Apa keunggulan UMM yang menonjol, sehingga dinilai sebagai kampus unggul?

Salah satunya termasuk yang temuan-temuan yang dipatenkan, HAKI. UMM juga berhasil membuat terobosan yang sulit dilakukan kampus lain, seperti membangun Micro Hidro atau PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, red) yang memanfaatkan sungai di dalam kampus. Ini kan juga punya nilai tambah, kan bisa menjadi percontohan. Kemudian nanti juga punya Rumah Sakit Pendidikan yang besar.

Saya juga melihat di Fakultas Pertanian, itu ada dosen UMM yang konsisten melakukan penelitian mengekstraksi zat warna, hebat dia. Temuannya sangat menarik dan bermanfaat.

Pesan untuk UMM?

Kalau saya sih ndak muluk-muluk yang penting apa yang sudah ada pertahankan, tambah dan ditingkatkan itu saja pesan saya. Jangan kemudian neko-neko, tetaplah di jalan yang benar, caranya benar sehingga kualitasnya bisa dipertanggung jawabkan. (*)


Comment:


Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

Berita Terpopuler

Agenda

  Berita Utama