 |
| foto : tribune.com.pk |
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui International Relation Office (IRO), mendatangkan Campus France, untuk memberikan informasi jelas bagi mahasiswa yang ingin kuliah ke luar negeri, Kamis (26/4). Bertempat di Aula BAU, 4 orang nara sumber, 3 di antaranya dari Prancis, dihadirkan dalam kegiatan ini. Siska, penanggung jawab Campus France di Surabaya mensosialisasikan mengenai institusinya yang mampu menyalurkan keinginan mahasiswa yang antusias belajar ke Prancis.
Siska menjelaskan Prancis merupakan negara dengan biaya pendidikan yang rendah. “Bila dibandingkan antara biaya pendidikan di Indonesia dan Prancis, maka jatuhnya akan sama,” ujar Siska. Selain itu negara yang menyimpan keindahan menawan ini juga menjadi tujuan wisata bagi para turis. Sehingga, lanjut Siska, mahasiswa yang akan kuliah disana tidak akan bosan, karena selain belajar, mereka bisa menikmati suasana kota Prancis yang kuno dan menarik.
Berbagai macam program studi dengan banyak pilihan jurusan juga ditawarkan. Dengan begitu mahasiswa tidak perlu khawatir apabila ingin memilih jurusan di kampus-kampus yang tersebar di sana. “Sistem seleksi kampus yang mumpuni, nantinya juga membantu mahasiswa masuk kedalam jurusan yang sesuai dengan minat dan bidangnya,” kata Siska mewakili tiga temannya dari Prancis itu.
Mahasiswa, kata Siska, tidak perlu khawatir apabila belum mahir berbahasa Perancis. CampusFrance memberikan pilihan program berbahasa Inggris bagi para pelajar yang mau kesana. Sehingga nantinya pengantar pengajaran yang diterima mahasiswa adalah bahasa Inggris.
Namun bagi yang ingin menjajal kemampuan bahasa Prancisnya, ada pula program pilihan dengan bahasa tempat menara Eifel tersebut berada. Caranya, dengan menunjukkan tes DELF atau DALF, yang merupakan tes berbahasa Perancis. Tes tersebut disediakan langusung oleh Intitut France Indonesia (IFI). Dengan memegang sertifikat tersebut mereka sudah dapat memilih kampus yang dituju.
Siska menambahkan, tidak perlu ada kekhawatiran bagi mahasiswa muslim yang ingin kesana. Ia menjelaskan, tidak ada larangan bagi wanita untuk berjilbab. Menurutnya berbagai macam larangan pemakaian atribut keagamaan hanya berlaku sampai SMA saja. Selain itu 20% dari penduduk perancis adalah muslim, sehingga sangat memudahkan setiap umat Islam yang ingin menjalankan ibadahnya disana. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran bagi mahasiswa UMM untuk menjatuhkan pilihannya ke Prancis. (uci/nas)
15:11:28
» Balas