 |
| Lokakarya bersama guna membahas kurikulum prodi fisioterapi UMM. |
Pembukaan Program Studi baru, Fisioterapi, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) segera direalisasi. Hal ini ditandai dengan pematangan melalui lokakarya kurikulum dan launching Program Studi Fisoterapi di hall UMM Inn, Sabtu (07/04).
Fisoterapi berada di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMM. Ini merupakan Program Studi ke-44 yang dimiliki UMM. Kegiatan ini bertema “Membentuk Fisioterapi Handal dan Islami dengan Kurikulum yang Berkarakter”. Beberapa dosen yang terlibat tim penggagas Prodi baru ini ikut berpartisipasi. Selain itu acara juga di hadiri oleh Ketua IFI (Ikatan Fisioterapi Indonesia), Drs. Slamet Sumarsono, SMPh, juga perwakilan IFI Jawa Timur dan Kota Malang. IFI merupakan organisasi yang dilibatkan untuk memperjuangkan program studi Fisioterapi.
PD I Fikes, Yoyok Bekti Prasetyawan, S.Kep. M.Kep, menerangkan bahwa pengajuan program studi baru ini sudah diajukan sejak tahun 2010 dan memperoleh ijin dari Dikti pada Februari 2012.
Program studi baru ini juga sudah didiskusikan dengan beberapa para pakar Fisioterapi, salah satunya adalah Maskud Pudjianto SMPh, M.Kes, dari Poltekes Surakarta. Yoyok juga menjelaskan, rangkaian kegiatan ini selanjutnya akan dibagi segmentasinya. “Selain lokakarya kurikulum hari ini, kami akan membagi segmentasi dalam sarana dan prasarana, juga dalam persiapan penerimaan mahasiswa baru,” ujar dosen Farmasi ini.
Dekan Fikes, Tri Lestari Handayani M.Kep, Sp.Mat, melihat dari kebutuhan masyarakat akan tenaga Fisioterap profesional yang semakin meningkat, sedangkan Prodi Fisioterapi di Jawa Timur sendiri ini belum ada. Untuk mengejar ketinggalan tersebut UMM merancangan program studi Fisioterapi sebagai permintaan besar dari masyarakat.
“Kita tahu kalau suatu profesi itu akan berkembang jika sumber dayanya dikembangkan, dan hal ini juga bentuk kerjasama antara ikatan profesi dengan akademisi pendidikan. Sedangkan UMM ini jika membuka prodi baru tidak mau setengah-setengah, harus yang berkualitas dan mempunyai ciri khas,” ujar Tri.
Kepala Biro Akademik, Dr. Dwi Priyo U, M.Pd, berharap Prodi baru ini dikemas lebih baik dan unggul. Kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran juga diperlukan. Dengan FKIP yang akan membuka Prodi Pendidikan Olah raga, Fisioterapi ini sangat membantu dalam pengembangnnya juga dalam praktek. “Tahun ini Fisioterapi sudah bisa menereima mahasiswa,” tutur Dwi.
Apa itu Fisioterapi? “Seperti yang kita ketahui Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh dalam kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak juga peralatan,” terang Maskud.
Dalam paparannya tentang trend pendidikan Fisioterapi Indonesia, Maskud menjelaskan bahwa dalam membuka SI FIsioterapi di UMM ini adalah menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat dalam berpartisipasi mempersiapkan tenaga Fisioterapis yang saat ini masih belum mencukupi. “Dalam mendidik mahasiswa yang perlu disiapkan adalah kompetensi umum yakni etos kerja, kompetensi akademik dan kompetensi manajemen dalam melayani pasien,” paparnya. (bib/nas)
10:25:22
» Balas