Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) menggelar acara Peningkatan Keterampilan Teknik Instruksional (Pekerti) bagi dosen Kontrak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), di ruang sidang Fakultas Ekonomi (FE), Senin (06/02). Acara diikuti 40 dosen muda.
Acara dibuka oleh kepala BKMA Prof. Dr. Wahyu Widodo, MS dan berlangsung selama 2 hari ini. Diakui Wahyu, acara ini merupakan cara dan upaya untuk mempersiapkan dosen yang bermutu yang aktif agar cepat untuk dapat menjadi dosen tetap. Hal ini dilakukan dengan cara mengisi kekosongan dosen-dosen yang belum terpenuhi.
Selain kepala BKMA, Pembantu Rektor I UMM Prof. Dr. Ir. Sujono, M. Kes yang didampingi oleh Dr. M. Agus Krisno Budianto juga menuturkan kalau seorang dosen UMM harus memiliki kualitas yang baik yang mampu memelihara dan memberikan citra yang baik di mata masyarakat.
PR I juga menambahkan, sejak tahun 2012 ini UMM telah merubah prosedur dosen kontrak dari S1 menjadi S2. “Jadi sekarang ini syarat untuk menjadi dosen kontrak di UMM minimalkan lulusan S2,” terangnya. Untuk mencapai S2 banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya mengikuti program beasiswa Erasmus Mundus.
Seorang dosen harus mempunyai Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu, pendidikan, penelitian/pengembangan dan pengabdian pada masyarakat. Untuk hal penelitian, seorang dosen juga dapat memanfaatkan DP2M untuk biaya dana penelitiannya.
“Sebenarya UMM ini sangat baik, karena dapat memfasilitasi semua dosen kontrak untuk menjadi dosen yang bermutu, jadi tinggal keinginan dosen yang bersangkutan saja ingin memanfaatkannya atau tidak,” tambah PR I.
Sebagai pemateri, Agus Krisno juga mengungkapkan kalau dosen UMM minimal harus mempunyai sertifikat Pekerti yang nantinya dapat digunakan untuk mengangkat standar kerjanya. Agus juga berharap kalau dosen muda ini dapat menyusun sebuah buku yang terkait dengan ilmu yang didapat, agar bisa dijadikan sebagai sebuah refrensi untuk kedepannya.
“Kalau tidak dimulai dari sekarang maka nantinya tidak akan terwujud, mumpung masih muda gunakanlah waktu itu dengan baik,” tutup Agus. (nov/nas)