Indonesia | English | Arabic
Minggu, 26 Oktober 2014
Anda di : UMM >> Berita >> UMM Berita >> Tokoh-tokoh Katolik Kunjungi UMM

Berita

Tokoh-tokoh Katolik Kunjungi UMM
» Kamis, 11 Agustus 2011 | 11:41 WIB | Dibaca: 3495
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-umm-2136.html  berita_umm_2136.pdf  berita_umm_2136.doc umm-news-2136-id.ps
Ragam: Peserta studi banding tokoh katolik berasal dari beberapa penjuru dunia

Lebih dari 60 tokoh Katolik dari berbagai negara berkunjung ke kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (9/08). Mereka adalah anggota Catholic Vincentian yang sedang mengikuti program visit of the participant of the international symposium on the interreligious dialogue with Islam. Rombongan diterima Pembantu Rektor I, Prof. Dr. Ir. Sujono di auditorium I UMM.

Rombongan terdiri dari para biarawan dan biarawati dari Indonesia, Spanyol, Filipina, Perancis, India, Amerika, Belanda, Libanon, Italia, Turki, dan Austria. Ketua rombongan Prof. DR. FX Eko Armada Riyanto, menjelaskan kunjungan ini merupakan satu rangkaian dengan kegiatan simposium dan dialog antar agama yang dilangsungkan di Pacet Mojokerto selama 10 hari.

Lebih lanjut, Armada menegaskan kunjungannya ke UMM karena ketertarikannya pada pluralitas yang ada di kampus swasta terbesar ini. “Kami melihat UMM juga terbuka bagi masyarakat non-muslim,” ujar Romo Armada panggilan akrab anggota “Vincentian Young Researchers for Local History” di Indonesia itu. Sujono membenarkan, mahasiswa non-muslim di UMM mencapai hampir 20%.  
 
 Peserta studi banding sangat antusias untuk mengetahui seluk beluk manajemen pendidikan berbasis Islam di UMM. Mereka sangat aktif merespon dan menanyakan hal-hal yang diuraikan oleh Prof. Sujono. Salah seorang biarawan dari Istanbul yang menjadi peserta mengungkapkan bahwa Muhammadiyah sangat berpengaruh di berbagai Negara Islam, termasuk Turki. Berbeda lagi dengan Robert dari Belanda, dia mengatakan bahwa di Belanda hubungan antara universitas Katolik dengan universitas komunis terjalin dengan baik, sehingga dia menanyakan bagaimana hubungan antara UMM yang merupakan universitas berbasis Islam dengan universitas lain yang berbasis Katolik. Menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu Sujono kemudian menjawab bahwa hubungan UMM dengan universitas-universitas di Eropa dan Negara-negara lain sangat baik, termasuk dengan universitas katolik.

PR I menerangkan, melalui beasiswa Erasmus Mundus yang dibiayai Komisi Uni Eropa, UMM telah terhubung dengan setidaknya 20 universitas di Eropa. Tahun lalu, UMM telah mengirim 31 mahasiswa dan dosen ke sana. Sedangkan tahun ini dipastikan jumlahnya akan semakin banyak karena ada dua program yang sedang dikerjasamakan dalam program beasiswa ini. Demikian juga, beberapa mahasiswa Eropa juga studi di UMM. “Mereka tentu melakukan pertukaran budaya dan belajar memahami perbedaan dan kesamaan di antara agama-agama,” pungkas Sujono. Pemahaman itu sangat penting untuk membangun solidaritas dan toleransi. (han/nas)
 
 

Comment:


Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *