Indonesia | English | Arabic
Selasa, 21 Mei 2013
Anda di : UMM >> Berita >> UMM Berita >> Kesos UMM Gelar Pelatihan Manajemen LSM

Berita

Kesos UMM Gelar Pelatihan Manajemen LSM
» Kamis, 23 Juni 2011 | 16:06 WIB | Dibaca: 1866
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-umm-2070.html  berita_umm_2070.pdf  berita_umm_2070.doc umm-news-2070-id.ps

Dra. Juli Astutik, M. Si - Ketua Jurusan Kesos UMM

   Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus melakukan penguatan kelembagaan dan akademisnya. Setelah pekan lalu menyelenggarakan lokakarya perubahan kurikulum nasional, kali ini ditunjuk The Indonesian Internasional Education Foundation (IIEF), sebuah lembaga non profit asal Amerika Serikat menggelar pelatihan manajemen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pelatihan berlangsung selama sepuluh hari, mulai Senin (20/06) lalu.

       Ketua Jurusan Kesos UMM, Dra. Juli Astutik, MSi menerangkan kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Lembaga itu mengirim tiga peserta dari kalangan mahasiswa Indonesia yang studi di Amerika Serikat. Peserta lainnya adalah mahasiswa Kesos UMM yang sedang menempuh Mata Kuliah Community Organization dan Community Development (COCD). Selain di UMM, kegiatan yang sama juga diadakan oleh lembaga yang sama di Bandung dan Jogjakarta.

    “Saat ini LSM dituntut lebih profesional dengan mempertajam materi managerial skill-nya. LSM tidak bisa dikelola secara serampangan karena akan menjadi tumpuan bagi pemberdayaan masyarakat. Bagaimana mau memberdayakan masyarakat jika lembaganya sendiri tidak kuat,” kata Juli Astutik.

      Tiga peserta dari AS tersebut adalah Stephanie Sena mahasiswi dari Massachusetts Institute Of Technology, Nancy Budiwati mahasiswi dari University Of  Washington, dan Inez Sumadi mahasiswi dari UC Davis. Mereka menikmati pelatihan yang akan diikuti dengan magang di LSM di Malang. Ketiga mahasiswa tersebut akan di tempatkan di LSM Aksara, LSM Paramita dan LSM Daya Pertiwi usai mengikuti pelatihan ini.

    Pelatihan diisi dengan materi-materi manajerial LSM, antara lain, pengenalan LSM, isu-isu strategis yang dihadapi LSM, pemberdayaan masyarakat, perencanaan program, manajemen keuangan, manajemen organisasi, manajemen SDM dan teknik komunikasi dan negosiasi.
   
     Ketua Panitia Fauzik Lendriono, MSi menjelaskan pelatihan ini bertujuan untuk mengenal lebih jauh tentang kunci-kunci pengelolaan management LSM, memberikan skill kepada peserta untuk mencapai LSM yang efektif dan kontribusi yang maksimal sesuai LSM masing-masing, mempertajam skill dan mengembangkan strategi yang bias diimplementasikan dalam pekerjaan LSM ke depan dan yang lebih penting mengerti tentang tantangan sekarang dan yang akan datang.

    “Kami berharap dengan diadakannya pelatihan ini LSM akan tetap survive dalam menghadapi tantangan, karena mampu untuk melakukan program-progam pemberdayaan advokasi dan pendampingan di masyarakat dengan kepedulian yang tinggi terhadap persoalan-persoalan kemasyarakatan, yakni tentang kemiskinan, ketelantaran, masyarakat yang terisolir dan terhadap orang-orang yang kurang beruntung dan orang-orang yang kurang bisa menikmati hasil-hasil dari pembangunan,” kata Fauzik yang juga kepala Lab Kesos UMM ini.

      Menurut salah satu pemateri dari LBH Malang, Fajar Santosa SH, gerakan LSM pasca Orde Baru berkembang semakin radikal dan bervariasi. LSM-LSM juga mulai memiliki kesadaran bersama membangun koalisi dan melakukan advokasi. Namun demikian, tantangannya juga takkalah beratnya. “LSM biasanya terkendala dengan minimnya dana, dan lemahnya kapasitas kelembagaan. Selain itu kita juga kadang menghadapi intervensi dari luar,” kata Fajar.

 

      Bagi jurusan Kesos UMM, menurut Juli, kegiatan ini sangat menguntungkan karena bisa menjadi praktikum bagi mahasiswanya dalam pemberdayaan masyarakat. Kesos merupakan jurusan tertua di UMM yang terus eksis mencetak lulusan profesional di bidang pekerjaan sosial. Interaksi dengan berbagai pihak seperti dalam pelatihan ini dinilainya akan memperkuat profesionalisme mahasiswanya. “Itulah sebabnya lulusan kami selalu diburu oleh stakeholder pengguna lulusan,” kata Juli. (bib/nas)

 

           

 

 

 

 


Comment:


Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

Berita Terpopuler

Agenda

  Berita Utama