 |
| Serah terima sertifikat International Standard Organization (ISO). ISO 9001 versi 2008, oleh Yayak A. Setyahadi kepada rektor, Dr. Muhadjir Effendy, MAP. |
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi telah menerima sertifikat International Standard Organization (ISO). ISO 9001 versi 2008 itu diraih oleh tiga biro sekaligus, yakni, keuangan, administrasi akademik dan kemahasiswaan. Serifikat diserahkan oleh General ManagerNational Quality Assurance (NQA), Yayak A. Setyahadi kepada rektor, Dr. Muhadjir Effendy, MAP, Selasa (01/02).
Yayak meyakinkan bahwa UMM menjadi satu-satunya universitas di Malang yang mendapatkan kepercayaan ISO 9001 versi 2008. ISO pada prinsipnya adalah peningkatan yang berkesinambungan. ISO yang diraih UMM ini berlaku selama tiga tahun dan dalam pengawasan NQA sebagai pihak ketiga. Walau bisa diraih oleh semua bentuk lembaga, khusus untuk lembaga pendidikan tinggi ISO juga bisa dilihat dari penyajian kurikulum, standar kelulusan, maupun pertukaran pelajar luar negeri.
“Kami melihat di UMM telah menerapkan pelayanan akademik yang sistematis, mulai dari penerimaan mahasiswa baru hingga wisuda sudah memenuhi standar yang ditentukan. Ini juga dilihat pula dari kepuasan pelayanan pada pelanggan,” kata Yayak.
Rektor menyatakan setiap prestasi yang diraih UMM tak lepas dari corporate culture yang sudah terbangun dengan baik. Salah satu unsur corporate culture itu adalah slogan fastabiqul khairat atau berlomba-lomba meraih kebaikan yang selalu menjadi pemicu semangat berprestasi.
Selain perolehan ISO, prestasi yang membanggakan banyak diperoleh dari penelitian dosen dan mahasiswa. Tahun ini, UMM adalah PTS di Indonesia paling produktif melahirkan temuan penelitian. Di kalangan PTN dan PTS, UMM masih menempati posisi lima besar dalam hal yang sama. Muhadjir yakin dengan posisi itu UMM bisa menjadi research center. “Tak hanya untuk kepentingan kalangan kampus, research center harus dapat memecahkan masalah dalam masyarakat. Misalnya di Jawa Timur, riset bisa diarahkan untuk pengembangan teknologi dan pemecahan masalah kemiskinan,” kata Muhadjir yang juga anggota Dewan Riset Daerah Jawa Timur itu.
Saat ini Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM tengah merancang lagi payung tema penelitian universitas. Tema besar itu nantinya akan dibreakdown ke dalam berbagai disiplin ilmu di tingkat fakultas dan jurusan. “Dengan demikian, setiap dosen dan mahasiswa yang melakukan riset nantinya akan mengarah kepada satu kerucut persoalan besar yang hendak diselesaikan,” kata Direktur DPPM, Prof, Dr. Bambang Widagdo, MM.
Lebih lanjut, rektor berharap riset-riset itu nantinya bisa menggandeng kerjasama dengan pihak luar negeri saja. Oleh karena dana riset yang diperlukan sangat besar, tidak mungkin mengandalkan dana dai universitas maupun hibah dari Kemendiknas melalui Ditjen Dikti, tetapi bisa juga dari sponsor luar negeri. (rwp/nas)