Indonesia | English | Arabic
Jumat, 29 Agustus 2014
Anda di : UMM >> Berita >> UMM Berita >> Bupati Bireuen Jalin Kersama dengan UMM

Berita

Bupati Bireuen Jalin Kersama dengan UMM
» Senin, 24 Januari 2011 | 13:08 WIB | Dibaca: 2553
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-umm-1804.html  berita_umm_1804.pdf  berita_umm_1804.doc umm-news-1804-id.ps

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kedatangan tamu rombongan bupati Bireuen, Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Nurdin Abdul Rahman, Jumat (22/01).  Ikut serta dalam rombongan bupati, antara lain kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga kabupaten Bireuen, Drs. Asnawi, MPd, dan kepala Bapeda, Ir. Razuardi, MT. Rombongan diterima rektor, Dr. Muhadjir Effendy, MAP di ruang transit rektorat dilanjutkan ke ruang sidang senat.

            Rektor menyambut hangat bupati dari propinsi paling ujung barat Indonesia itu. “Terima kasih sudah berkunjung di kampus UMM, semoga bisa menikmati suasananya,” kata rektor.

            Bupati yang juga anggota Muhammadiyah dan pernah menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Banda Aceh itu mengaku kagum dengan UMM. Dia mengungkapkan, andai saja seluruh universitas Muhammadiyah di Indonesia sebesar UMM tentu pendidikan di Indonesia akan sangat maju. Untuk itu pihaknya tidak ragu lagi untuk menjalin kerjasama dengan UMM.

            Untuk saat ini, diakuinya, mahasiswa asal Bireuen yang dikirim ke UMM masih sangat minim. Dari seluruh propinsi NAD, tahun lalu hanya mengirim 26 mahasiswa. “Ke depan, akan banyak calon guru atau guru yang membutuhkan persamaan gelar akan kami kirim ke sini,” kata Nurdin.

            Sementara itu, usai menandatangani MoU, rektor berharap kerjasama ini tidak berhenti di atas kertas. Melihat potensi Bireuen, rektor berfikir akan banyak yang bisa dikelola bersama antara UMM dan kabupaten Bireuen. Tentu saja, sebagai lembaga pendidikan, UMM sangat siap menjadi tempat memperkuat kualitas sumberdaya manusia Beureun melalui studi di UMM.

            “Kami berharap akan banyak daerah-daerah di Indonesia yang bisa kami rangkul untuk kerjasama, dan kami memulainya dari yang paling barat,” ujar rektor. Sebelum ini, UMM juga sudah sering melakukan kerjasama dengan pihak-pihak di NAD, terutama pasca bencana Tsunami tahun 2004 lalu. UMM bekerjasama dengan kampus setempat, waktu itu, menangani trauma pasca bencana. nas

 


Comment:


Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

Berita Terpopuler

Terkomentari

    Agenda