Indonesia | English | Arabic
Kamis, 23 Mei 2013
Anda di : UMM >> Berita >> UMM Berita >> Univet Bangun Nusantara Berguru ke UMM

Berita

Univet Bangun Nusantara Berguru ke UMM
» Senin, 08 November 2010 | 16:57 WIB | Dibaca: 3525
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-umm-1677.html  berita_umm_1677.pdf  berita_umm_1677.doc umm-news-1677-id.ps
 

 

Mengawali niat membangun kembali universitas yang sempat redup, rektor Universitas Veteran (Univet) Bangun Nusantara Sukoharjo Jawa Tengah, Prof. Dr. Trisno Martono membawa 12 orang rombongan senatnya menimba ilmu di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka ditemui langsung oleh rektor UMM, Dr. Muhadjir Effendi, MAP didampingi Pembantu Rektor I, II dan III serta sejumlah kepala biro dan anggota senat universitas di ruang sidang rektor, Senin (08/11).

 

Trisnno menyampaikan melalui kesempatan studi banding rombongan ingin belajar dari UMM mengenai beberapa hal, seperti masalah pengajaran dan akademik. Kemudian besarnya presentase jumlah penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dihasilkan dosen-dosen UMM juga menarik perhatian mereka. “Kemudian pembinaan mahasiswa dan alumni juga mohon dibagi kepada kami, serta strategi-strategi menjalin kerjasama,” ungkap Trisno berharap.

 

Hal tersebut disambut baik oleh Muhadjir yang menceritakan sejarah UMM sejak awal berdiri 1964. Diakuinya, UMM mulai menunjukan perkembangan pesat dimulai sejak 1986.

 

Selanjutnya, rektor menyampaikan bahwa kehadiran senat tidak mendominasi dalam pengambilan keputusan, karena semua keputusan biasa diserahkan pada unit–unit pelaksana teknis (UPT). Sedangkan tanggung jawab langsung ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan universitas pun dibagi dalam beberapa unsur. Pertama, unsur pimpinan yang terdiri dari  rektor dan para pembantu rektor. Sedangkan pembantu pimpinan bisa berupa para kepala biro. Serta dua direktur yaitu untuk Pasca Sarjana dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DP2M).

 

“Pada awalnya sekitar 1995-an untuk mendorong dan memotivasi para dosen untuk terlibat aktif dalam penelitian, kampus berani mengeluarkan dana yang terbilang cukup besar hingga dua Milyar,” beber Muhadjir lebiih lanjut. Hal itu memberikan dampak yang cukup besar dengan naiknya jumlah penelitian dosen.

 

Kemudian, diungkapkan pula keuntungan menjadi dosen di UMM yang selalu dianugrahi kesempatan untuk mengemban amanah dalam menjabat unit-unit tertentu di dalam kampus. “Jadi selain mengajar mereka diberi kesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan jadi tidak perlu mencari sampingan di luar. Kemudian ada jaminan masa depan setelah pensiun dibawah arahan dana pensiun UMM,” tambah Muhadjir.

 

Dengan semakin berkembangnya kampus putih, diakui Muhadjir bahwa DIKTI bukanlah sebagai satu-satunya tempat bergantung dalam memperoleh beasiswa atau kesempatan hibah bersaing. Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) telah berhasil menjalin kerjasama dengan Uni Eropa dalam beasiswa Erasmus Mundus. Tidak hanya itu, kesempatan untuk belajar semakin mudah dengan hadirnya American dan Iran Corner di perpustakan UMM.

 

Sedangkan dunia mahasiswa sendiri mendapat perhatian besar dari pimpinan universitas. Hal itu dibuktikan dengan diwajibkannya mahasiswa baru mengikuti pendidikan karakter selama satu minggu dalam program P2KK. Selain itu mahasiswa dibekali pula dengan Englis for Specific Purposes (ESP) yang setara dengan ijazah D2. “Selain mendapat ijazah formal, nantinya lulusan UMM akan mendapatkan pula ijazah kemahasiswaan yang mencatatat prestasi kemahasiswaan mereka selama kuliah”, terang rektor. (rwp/nas)


Comment:


Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

Berita Terkini

Berita Terpopuler

Agenda

  Berita Utama