Indonesia | English | Arabic
Kamis, 24 April 2014
Anda di : UMM >> Berita >> UMM Berita >> KKN UMM, Dorong Masyarakat untuk Usaha Mandiri

Berita

KKN UMM, Dorong Masyarakat untuk Usaha Mandiri
» Kamis, 07 Oktober 2010 | 15:08 WIB | Dibaca: 2346
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-umm-1630.html  berita_umm_1630.pdf  berita_umm_1630.doc umm-news-1630-id.ps

Kesempatan untuk mengabdi pada masyarakat benar-benar dimanfaatkan para mahasiswa UMM selama melaksanakan praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tidak sekedar menjalankan tugas kuliah saja, mereka berhasil membuktikan bahwa program yang mereka rancang berhasil memberdayakan potensi masyarakat sekitar. Untuk kelompok KKN yang memiliki nilai lebih dalam memberdayakan masyarakat, pihak universitas pun memberikan apresiasi kepada kelompok terbaik.

KKN yang dikoordinasikan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM itu menyeleksi kinerja kelompok KKN terbaik. Rabu (29/09) lalu, Pembantu Rektor III Drs. Joko Widodo, M.Si menyerahkan penghargaan itu.

            Kepala Divisi KKN dan Pelayanan Masyarakat UMM, Ir. Amir Syarifudin, MP, menyatakan penilaian dan keputusan kelompok terbaik diambil berdasakan kerja keras kelompok selama di lapangan. Sedangkan penilaian dibedakan menjadi tiga kategori yaitu KKN Reguler sebanyak 30 kelompok. Sedangkan untuk KKN keaksaraan dan usaha mandiri (KUM) sebanyak 21 kelompok.

“Sedangkan dua kelompok terakhir, difokuskan untuk mejalani KKN tematik Posdaya yang bertujuan untuk mencanangkan pemberdayaan keluarga,” jelas Amir. KKN yang baru diujicobakan pada tahun ini, 70% program lebih dititik beratkan pada pendidikan, sedangkan 30% sisanya diarahkan pada masalah agama, ekonomi dan sosial budaya.  Melalui KKN tersebut, diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk bisa usaha sendiri dengan bantuan yang diberikan pihak UMM.

“Bantuan bisa berupa modal hingga puluhan juta rupiah, seperti yang dilaksanakan di desa Harjokuncaran, Sumawe yang juga meraih juara I,” ungkap Amir mencontohkan.

Mahasiswa berusaha mengajak masyarakat untuk berwirausaha dengan membuat  minuman sari tebu yang diberi nama buger (tebu seger). Sebagai langkah kongkret, satu unit mesin pemeras tebu diberikan pada kelompok usaha tersebut.

Selanjutnya, dosen pertanian tersebut menambahkan harapan dari KKN tematik Posdaya adalah pemberdayaan keluaraga. Salah satunya, agar ibu rumah tangga bisa berperan membatu suaminya dalam hal perekonomian. “Pemenang kategori KKN ini adalah kelompok di Ngantang, mahasiswa mendampingi masyarakat dalam pengembangan produksi rengginang. Jadi rengginang dibuat dengan rasa yang bermacam-macam dan di packing dengan bungkus yang lebih menarik,” ujarnya melengkapi.

Sementara itu, desa kelompok yang ditempatkan di desa Ternyang, Sumberpucung berhasil meraih juara pertama dalam kategori KKN Regular. Kelompok ini berhasil menciptakan lingkungan yang bersih, serta program di setiap bidang menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.

“Kelompok yang dipilih sudah disaring dari kelompok yang terbaik, sehingga berhak mendapatkan penghargaan berupa dana segar sebesar satu juta rupiah untuk pemenang KKN KUM dan reguler, sedangkan untuk KKN tematik posdaya juga berhak mendapat Rp. 400.000 untuk juara pertama,” tambah Amir. (rwp/nas)

 


Comment:


Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *