Indonesia | English | Arabic
Selasa, 02 September 2014
Anda di : UMM >> Berita >> UMM Berita >> BPH Uhamka 'Ngaji' ke UMM

Berita

BPH Uhamka 'Ngaji' ke UMM
» Selasa, 04 Mei 2010 | 08:42 WIB | Dibaca: 2808
facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-umm-1313.html  berita_umm_1313.pdf  berita_umm_1313.doc umm-news-1313-id.ps

Badan Pelaksana Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (3/5). Enam orang yang menyertai rombongan Uhamka adalah Husni Toyyar, Rusdi Hamka, Sumarsono, Suwardi, Pudjo Sumedi dan Supriyadi. Mereka disambut rektor Muhadjir Effendy dan PR II UMM, Mursidi. Pertemuan berlangsung di Meeting Room UMM Inn.

Husni Toyyar mengemukakan maksud kedatangan Uhamka ke UMM untuk ‘ngaji’. UMM adalah kampus ke tiga yang dikunjungi setelah sebelumnya mereka berkunjung ke UMS dan UMY. Fokus perhatian diskusi meliputi hal-hal yang terkait dengan hubungan BPH-universitas, dan pengelolaan akademik, anggaran, kemuhammadiyahan dan kemahasiswaan.

“Setiap BPH PTM memiliki kekhasan tersendiri dalam mengelola kampusnya. Saya yakin di UMM ini ada sesuatu yang unik sehingga esprit de corp-nya begitu kuat,” kata Husni kagum.

Mursidi menguraikan berbagai program terkait pengelolaan keuangan dan membangun komitmen dosen dan karyawan. Menurutnya, pegawai UMM tidak selalu berlatar belakang Muhammadiyah. Tetapi dalam perjalanannya, pegawai tersebut harus diproses menjadi Muhammadiyah. “Mencari orang Muhammadiyah yang mau menjadi satpam relatif sulit. Tetapi jika ada orang yang berminat dan komitmennya bagus, walau bukan orang Muhammadiyah ya diterima untuk dibina menjadi Muhammadiyah. Inilah dakwah,” kata Mursidi, mencontohkan.

Rektor menambahkan, meski tetap harus merujuk pada Renstra, manajemen harus dikelola secara fleksibel. Setiap kebijakan harus diikuti dengan kontrol hingga berjalan dengan baik. “Sepanjang kita bisa amanah, maka kebijakan yang sifatnya diskresif juga kadang diperlukan,” ungkap Muhadjir.

Ketika menjawab pertanyaan Rusdi Hamka tentang pengkaderan Muhammadiyah, rektor menjelaskan beberapa program UMM. Di antaranya, Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT), Beasiswa Yatim dan pembinaan IMM. “Saya kira betul bahwa Muhammadiyah itu krisis ulama, oleh karenanya program seperti PPUT ini harus digalakkan di setiap PTM,” kata rektor.

Husni sempat terkagum dengan alumni-alumni IMM UMM yang sering menonjol di tingkat pusat. Dia mencontohkan, kader UMM sekarang menjadi ketua DPP IMM. Padahal di UMM semua organisasi bisa tumbuh, tidak hanya UMM. “Justru itulah, mahasiswa UMM terbiasa dan terlatih bersaing dengan orgnanisasi lain sehingga nampak lebih unggul,” ungkap Mursidi menjelaskan. (rwp/nas)

 


Comment:


Add New Comment:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

Berita Terpopuler

Terkomentari

    Agenda