Indonesia | English | Arabic
Jumat, 19 September 2014
Anda di : UMM >> Berita >> Seni dan Budaya >> Budaya >> Situs Raja Brawijaya ditemukan di Malang

Seni dan Budaya



Situs Raja Brawijaya ditemukan di Malang

» Kamis, 29 Desember 2011 | 12:07 WIB | Dibaca: 46896

facebook umm twitter umm delicious umm digg umm berita-ilmiah-294.html  berita-ilmiah_294.pdf  berita-ilmiah_294.doc umm-news-294-id.ps
Situs purbakala serupa di di Desa Teluk Buyung, Kecamatan Pakisjaya, kabupaten Karang, Jawa Barat, inilah yang ditemukan di Malang. Situs arkeologi di Malang, Jawa Timur, itu diduga menjadi salah satu situs penting peninggalan Raja Brawijaya. (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)

Malang (ANTARA News) - Situs yang diduga peninggalan Raja Brawijaya pada masa Kerajaan Majapahit ditemukan warga di Dusun Sumberayu, Desa Pamotan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Koordinator Purbakala wilayah Malang Raya dari Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto, Hariyoto, Senin mengatakan, situs itu ditemukan warga pada Jumat (23/12), namun baru dilaporkan pada hari ini, sehingga pihaknya langsung meninjau lokasi penemuan.

"Sesuai penelusuran kita, dugaan sementara situs ini merupakan tempat semedi Patih Nambi di era Raja Brawijaya Kerajaan Majapahit, sebab prajurit Majapahit saat perjalanan pulang di wilayah Lumajang membuatkan tempat semedi untuk Patih Nambi," kata Hariyoto kepada wartawan.

Ia mengatakan, posisi penemuan situ berada di atas lahan ditanami ubi milik warga desa, dengan panjang situs 8 x 8 meter, dengan ukuran batu bata panjangnya 40 centimeter, tinggi 40 centimeter serta lebar 25 centimeter.

"Kondisi sebagian batu bata sudah rusak, karena terkena pacul warga yang sedang membuka lahan untuk bertani," paparnya.

Hariyoto mengaku pihaknya terus mendalami penemuan situs itu dengan menerjunkan tim arkeolog untuk menggalinya, sebab dengan upaya penggalian akan diketahui secara pasti sejarah situs yang baru ditemukan itu.

"Situs ini, mungkin juga berkaitan dengan situs yang telah ada sebelumnya di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang, seperti Candi Jawar," ujarnya.

Hariyoto menjelaskan, Candi Jawar merupakan salah satu jejak peninggalan Patih Nambi di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, sehingga penemuan situs baru tersebut dimungkinkan ada kaitannya dengan Candi Jawar karena lokasinya yang tidak seberapa jauh.

Menanggapi penemuan situs, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Ratna Nurhayati mengaku belum mendapatkan laporan terkait temuan itu.

Meski demkikan, pihaknya mendukung jika situs tersebut dijadikan salah satu benda purbakala atau cagar budaya purbakala yang dilindungi.

"Hingga hari ini belum ada laporan yang masuk, namun apabila penemuan situs itu dijadikan cagar budaya untuk dilindungi maka saya akan mendukungnya," katanya. (ANT-162)



Sumber : http://www.antaranews.com

Comment:


lisvynael
05-02-2012
13:18:22
it's a discovery, many fact show how the Indonesian (either the goverment or civilian) sometime being shock and like exited when some relic inheritance found, but after that? nothing, just like "trowing." its a new inheritance property should be armed at all points. but, two thumbs for Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) hard work, and Dusun Sumberayu people for the consciousness to report the discovery.

» Balas
wahyu sulistianingsih sasole
02-01-2012
19:03:53
menakjubkan..

» Balas

Tambahkan Komentar:


Nama: *
E-mail: *


Website:


Komentar: *

characters left


Enter the phrase *

Berita Terpopuler

Agenda