"Tanbo Art" Karya Seni Kaum Petani Jepang yang Sangat Menarik

Author : Administrator | Kamis, 12 Juli 2012 15:58 WIB | - Seni Rupa
Seni Tanbo Art bergambar petugas keamanan paruh badan di petak sawah (atas) dan dua gambar yang berada di petak sawah saat padi belum berbulir dan yang satu lagi saat padi sedang menguning.
Dunia seni bagaimanapun adalah sesuatu yang indah, menarik dan menyenangkan. Seni ada dimana-mana yang bahkan hampir meliputi seluruh kehidupan yang ada. Cuma, jenis dan daya tariknya saja yang berbeda-beda.

Penyipta seni juga tidak hanya terbatas pada orang kota. Orang desa juga tidak sedikit yang mampu menghasilkan karya seni, walaupun biasanya seniman yang hidup di kota yang lebih mudah terkenal. Karya seni orang desa tentu berbeda dengan yang dihasilkan orang kota.

Jangan lupa, seniman orang desa juga tidak kalah menarik kreasinya dibanding dengan yang dihasilkan orang yang hidup di kota. Seniman orang desa kerap bahan dan obyek yang dimanfaatkan untuk kreasi seni selalu cukup sederhana namun tidak sedikit yang sangat menarik yang bahkan bisa membuat terperangah seniman kota.

Karya seni orang desa kerap pula berakar dari krakter dasar orang desa yang sangat kerakyatan dan kental dengan sistem gotong-royong sebagai cermin kebersamaan yang tentu saja tak jauh dari suasana lingkungannya. Hanya saja penggalian dan potensi yang ada terkadang tidak terkuak sehingga terpinggirkan atau memang belum tergali atau memang tidak ada niat kearah itu.

Contohnya, ketika beberapa saat setelah pesawat udara tinggal landas atau hendak landing di Bandara Polonia Medan, tepatnya di atas wilayah pertanian Tanah Karo, akan terlihat betapa indahnya alam pertanian masyarakat Tanah Karo. Tentu ini juga merupakan sebuah karya seni tetapi bukan disengaja diperuntukkan sebagai karya seni yang menyiptakan keindahan.

Berbeda dengan karya seni sebuah masyarakat petani di Jepang. Wadahnya di atas sawah mereka sendiri. Itu dilakukan secara-gotong royong dan bersama-sama. Artinya ladang persawahan dikerjakan masing-masing pada waktu yang sama yang memang diorganisir sedemikian rupa untuk mewujudkan karya seni yang indah sambil bertani. Oleh masyarakat disana lebih mengenalnya dengan sebutan Tanbo Art. Tentu saja masyarakat petani kita juga sangat bisa melakukan itu kalau memang ada kemauan dan ada yang berkemampuan mengorganisir.

Raksasa

Tanbo Art yang artinya kurang lebih, seni ‘melukis’ di atas kanvas raksasa, yaitu berupa sebidang lahan persawahan. Karya seni ini pertama kali muncul pada tahun 1993 yang lalu di desa Inakadate, 600 mil dari Tokyo, masuk dalam Prefektur Aomori di wilayah Tohoku, Jepang.

Pada tahun tersebut, penduduk Inakadate sedang mencari cara untuk merevitalisasi desa mereka. Berkat kegiatan eksplorasi arkeologi menyebabkan timbulnya kesadaran bahwa padi telah ditanam di daerah tersebut sudah berlangsung selama lebih dari 2000 tahun.

Untuk menghormati sejarah ini, mulailah mereka membuat inovasi karya seni dan sawah dipilih sebagai medianya. Guna memperoleh warna yang beraneka rupa, petani Inakadate menggunakan empat jenis varian padi.

Proses pembuatan Tanbo Art, tentu saja dibuat tidak secara sembarangan, tetapi melalui proses yang lumayan rumit dan penuh ketelitian. Desain gambar dibuat awal dengan bantuan komputer sebelum diterapkan di atas "kanvas hijau raksasa".

Pada setiap bulan April, warga desa melakukan pertemuan untuk mengambil keputusan apa yang akan ditanam selama tahun berjalan. Misalnya saja, di tahun 2007 saja ada 700 petani yang membantu dalam satu proyek pembuatan Tanbo Art.

Menurut ceritanya dari berbagai sumber yang didapat, lukisan Gunung Iwaki yang sederhana menjadi lukisan yang pertama dibuat. Hasilnya, cukup memikat dan menjadi perhatian banyak orang yang memang menjadi karya seni yang indah dan mengundang decak kagum.

Sekarang Tanbo Art sudah menyebar ke berbagai wilayah di Jepang dan dapat dikatakan merupakan salah satu karya seni yang menjadi obyek wisata yang patut diperhitungkan. Menariknya, tak seperti fenomena crop circle yang menuai sensasi soal kedatangan Alien (meskipun ternyata hanya karya seni belaka), Tanbo Art murni karya seni yang berakar kerakyatan yang dibuat secara gotongroyong hingga menghasilkan karya seni yang mengagumkan.

Bagaimana ya kalau petani di Tanah Karo ataupun yanglain membuat Tanbo Art ya? Pastilah menarik pula. ** (Abd.Rahman)

Sumber: http://www.analisadaily.com
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1