Komunikasi dalam Perspektif Sejarah

Author : M. indra Wardhana | Kamis, 26 April 2012 07:40 WIB

Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, W.J.S Poerwadarminta kata komunikasiberarti : perhubungan; hubungan dengan orang banyak. Sementara itu Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi kedua, Balai Pustaka 1991, kata Komunikasi diartikan : 1.pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami ; hubungan ; kontak. 2. Perhubungan.

Berdasarkan pengertian diatas dapat diambil deskripsi bahwa yang dimaksud Komunikasi adalah : Hubungan seseorang dengan orang lain atau hubungan seseorang dengan sekelompok orang atau sebaliknya baik secara personal  maupun kelembagaan sehingga pesan yang disampaikan bisa difahami atau dimengerti.

Dengan demikian maka didalam komunikasi terdapat 3 unsur pokok Yaitu : 1. Pemberi pesan  ( sender ) , 2.  Isi pesan ( massage ) , 3. Penerima pesan ( komunikan ).

Satu pertanyaan sederhana yang patut untuk direnungkan ialah, sejak kapan manusia memulai aktivitas Komunikasi ? tentu saja sejak adanya manusia atau masyarakat manusia dimuka bumi dengan segala aktivitasnya. Kapan hal itu terjadi ?. Yang jelas setelah temperatur bumi ini stabil, lengkap dengan segala isinya baik tumbuh-tumbuhan, hewan dsb. Bahkan hewan yang mendekati bentuk manusiapun sudah ada seperti : kera, gorela, simpanse dan termasuk manusia purba jenis Meganthropus, Pithecanthorus, Homo Soloensis dll. Atas semua itu manusialah yang menjadi pemimpin dan yang mengatur dimuka bumi ini. Itulah yang diisyaratkan oleh Allah dalam Alqur’an Surat Albaqarah, ayat : 30. Yang artinya : “ Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku ( ALLah ) jadikan manusia sebagai kholifah dimuka bumi “.

Berdasarkan Geologi, ilmu yang mempelajari lapisan kulit bumi, sejak bumi terbentuk sampai sekarang dapat dibagi menjadi :

1.   Jaman Archaeikum atau Azoikum ( Jaman Tertua ). Jaman ini berlangsung + 2.500 juta tahun. Karena kulit bumi masih sangat panah maka tidak ada tanda kehidupan.

2.   Jaman Palaeozoikum atau Jaman Primer  ( Jaman hidup pertama atau jaman hidup tua )

Jaman ini berlangsung 340 juta tahun. Pada jaman ini sudah mulai ada makhlik bersel satu, hewan kecil yang tidak bertulang punggung, ikan, ampibi, reptile, tumbuhan ganggang dan rumput.

3.   Jaman Mezozoikum atau Jaman Sekunder ( Jaman hidup kedua )

Jaman ini berlangsung + 140 juta tahun. Pohon-pohon besar didarat mulai ada, ampibi dan reptil sebesar buaya bahkan 10 kali dari gajah, seperti Dinosaurus, Tyranosaurus dan Brontosaurus. Pada jaman ini jenis mamalia sudah mulai ada.

4.   Jaman Neozoikum atau Kaenozoikum ( Jaman hidup baru )

Jaman ini berlangsung + 60 juta tahun yang lalu hingga sekarang. Jaman ini dibagi 2 yaitu :

a. Jaman Tersier  ( Jaman Ketiga ).

Jaman ini binatang menyusui berkembang pesat, reptile raksasa lambat laun lenyap. Gorela yang disebut Giganthropus sudah ada, ditemukan di Bukit Siwalik kaki Himalaya. Dari masa yang sama ditemukan Australopithecus ditemukan di AFrika Selatan dan Afrika Timur. Di Kalimantan Barat ditemukan fosil hewan Vertebrata yang diberinama Anthracotherium dan Choeromos ( babi purba ).

b. Jaman Kwarter  ( Jaman Keempat )

Jaman ini dimulai sejak 600.000 tahun yang lalu, dibagi menjadi 2 kala, yaitu: Kala Pleistocen   ( Dilluvium ) dan Kala Holocen ( Alluvium ). Pada Kala Pleistocen manusia purba sudah banyak ditemukan. Sinanthropus Pekinensis di Peking Cina, Pithecantropus Erectus di Trinil Ngawi dan Homo Wajakensis di Campur Darat Tulungagung yang merupakan nenek moyang suku Aborigin Australia. Pada Kala Holocen merupakan masa yang paling penting bagi manusia, kususnya Indonesia. Sebab pada masa inilah manusia purba berangsur-angsur lenyap dan mulailah Homo Sapiens atau manusia cerdas seperti sekarang.

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1