Refreshing Ala Muhammadiyah Sumbar

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 11 April 2012 17:04 WIB

Dengan padatnya agenda PW. Muhammadiyah Riau yang mesti di laksanakan menjadikan suatu tekanan dan semakin beratnya beban bagi para pimpinan, demi tanggung jawab dan kewajiban bagi pimpinan maka PW. Muhammadiyah Riau beserta Karyawan sangat memerlukan untuk melakukan penyegaran/refresing.

Melalui rapat rutin yang dilaksanakan setiap hari rabu sore para pimpinan memutuskan untuk melakukan penyegaran demi meringankan beban pikiran, pada pukul 09.00 WIB tanggal 6 April 2012 pimpinan dan karyawan PW. Muhammadiyah Riau berangkat ke Sumatera Barat, pertanyaannya adalah, kenapa pimpina memutuskan untuk melakukan penyegaran di Sumatera Barat, jawabannya… karena wilayah Sumatera Barat dinilai sangat presentatif dan sangat dimininati oleh rata-rata kalangan masyarakat. Konvoi kendaraan roda empat berjalan dengan lancar.

Sekitar pukul 16.30 WIB rombongan sampai di tempat tujuan yaitu di Maninjau Nuansa Resort. Setelah rombongan berbenah dan beraktifitas yang lain, di malam harinya barulah diberikan penyegaran yang pertama, yaitu pemberian Materi yang sangat penting dan mesti dijalankan oleh Kader Muhammadiyah di semua Wilayah yang ada. Materi tersebut berjudul Gerakan Jemaah dan Dakwah Jemaah (GJDJ) yang disampaikan oleh Wakil Ketua PW. Muhammadiyah Riau (Drs. H. Raja Ramli Ibrahim), dan Dakwah Kultural disampaikan oleh Prof Dr. H. M. Nazir, MA,  kenapa harus ada materi seperti ini ya? Kan mestinya refresing… itulah bedanya antara Muhammadiyah dengan yang lain, Muhammadiyah melakukan refresing bukan hanya sekedar jalan-jalan, akan tetapi ada penyegaran tentang pemahaman Ilmu, tempo dulu warga Muhammadiyah senantiasa melakukan Gerakan Jemaah dengan secara hati-hati, karena Gerakan ini selalu mendapatkan tekanan dari pemerintah.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka yang terletak di sekitar tepian danau Maninjau, tepatnya di nagari Sungai Batang,kecamatan Tanjung Rayakabupaten AgamSumatera Barat. Museum ini mulai dibangun pada tahun 2000 dan diresmikan pada tahun 2001 olehGubernur Sumatera Barat waktu itu, Zainal Bakar. Sesuai dengan namanya, museum ini mengkhususkan diri pada koleksi benda-benda peninggalanBuya Hamka, dimana sebelum museum ini didirikan juga terdapat rumah dimana Buya Hamka dilahirkan.

Seusai dari Museum Rumah Kelahiran  Buya Hamka PW. Muhammadiyah Riau beserta Rombongan meluncur ke Bukit Tinggi guna Silaturrahim dengan PD. Muhammadiyah Bukit Tinggi, sebenarnya dalam kegiatan ini PW.Muhammadiyah Riau juga di sambut Oleh PW. Muhammadiyah Sumatera Barat, karena ada lain suatu hal sehingga tidak memungkinkan bagi PW. Muhammadiyah Sumatera Barat untuk serta dalam kegiatan ini karenanya mereka tidak bisa menghadirinya, oleh karena itu sekitar 8 orang Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bukit tinggi yang mewakilinya. Dalam rangka silaturrahim ini banyak hal yang didiskusikan oleh mereka, baik dari segi keaktifan Pimpinan serta program kerja yang sedang diproses seiring berjalannya periodesasi.

Kegiatan ini berakhir hingga tanggal 8 April 2012, Semoga dengan kegiatan yang seperti ini para Pimpinann di Muhammadiyah Riau akan lebih refresh dan mendapatkan kelancaran dalam melaksanakan program kerja yang telah dirancang sedemikian rupa.

Shared:
Shared:
1