Tanamkan Bertani Sejak DIni, Siswa SD Ikuti wisata Tani di UMM

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 03 April 2012 13:15 WIB

 

Malang- Bagaimana jika sejumlah siswa kelas 5 SD bertani di sebuah kebun organik? Pasti sebuah pemandangan yang menyenangkan. Bagaimana tidak, mereka tak cuma menanam, tetapi juga mencoba-coba tanaman dengan berbagai eksperimen pupuk, kadar kesuburan tanah, serta menghitung kelembaban. Sesekali di antara mereka bercanda dengan saling melempar gumpalan tanah bercampur air.

Pemandangan itulah yang terlihat ketika 32 siswa kelas 5 SD Integral Luqman Hakim, Purwodadi, Jawa Tengah melakukan kunjungan di Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/3). Mereka didampingi tak kurang 20 guru. Kepala University Farm UMM, Rahmad Pulung Sudibyo, menyebut itu sebagai Wisata Tani. Sebuah wisata edukatif untuk mengenalkan dunia pertanian dari berbagai aspeknya.

Sebetulnya, oleh pihak sekolah, acara wisata kampus hanya diniatkan untuk mengenalkan anak-anak SD pada bangku perkuliahan.“Kegiatan wisata kampus adalah agenda tahunan yang bertujuan untuk memberi pandangan kepada siswa terhadap bangku perkuliahan. Untuk tahun ini kami sengaja memilih UMM sebagai tujuan wisata karena kami takjub terhadap segudang prestasi yang diraih UMM,” kata kepala SD Integral Luqman Hakim, Achmad Bashori, S.Pd.

Tetapi pihak UMM nampaknya tak ingin terlalu dini mengenalkan bangku kuliah kepada siswa-siswi SD. “Lebih baik mengajak mereka bermain tetapi dengan edukasi tertentu, mengenalkan dunia yang menghidupi kita semua, yakni dunia pertanian,” ujar Pulung.

Antusiasme siswa SD ke UMM nampak dari wajah mereka semenjak kedatangannya pada pukul 4 dini hari. Tak ada raut lelah ataupun mengantuk meski baru saja mengikuti perjalanan selama delapan jam. Sebaliknya mereka bersemangat mandi dan solat subuh di masjid AR Fahruddin UMM. Bisa dibayangkan, anak kecil dari daerah pesisir yang panas itu harus mandi sebelum Subuh dengan air Malang yang terkenal sangat dingin. Pasti brrrrrrrrrrrrrrrrrr……. Tetapi justru itulah yang menjadi pengalaman tak terlupakan. Kelak ketika mereka berusia mahasiswa, pasti ada yang ingin mengulang adegan mandi dingin-dingin ini.

Pukul tujuh rombongan langsung mengikuti acara pertamanya, diPusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspa Iptek ) di UMM Dome. Di sana, segala bentuk Iptek dikemas semenarik mungkin menjadi wahana permainan sehingga Matematika,Fisika dan Kimia yang sering dianggap sebagai momok siswa pupus.

Dooorrr...Wussss......!!! Sebuah roket angin membubung tinggi di udara. Tepukan para siswa dan guru menyertai melejitnya roket angin yang diperagakan seorang mahasiswa. “Ini adalah roket bertenaga udara kedap berprinsip seperti momentum impuls atau kejutan udara yang sangat jenuh dalam tabung penyimpan udara dari pompa bertekanan tinggi,” kata mahasiswa peraga tadi, menjelaskan.

Rombongan pun beranjak ke Green House UMM. Di sana tim mahasiswa sudah siap menjelaskan aneka macam tanaman bunga tropis.Berbagai macam koleksi anggrek dapat ditemukan di sana. Berseberangan dengan Green House, para pengunjung dapat melihat proses pembudidayaan tumbuhan anggrek melalui kultur jaringan. Selain itu,mereka juga bisa membawa pulang tanaman anggrek nan cantik warnanya dengan harga mulai Rp. 5000h per tangkai. Murah bukan?

Pulung kemudian mengajak pengunjung melihat ikon kebanggaan UMM, yaitu Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH). Pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran sungai Brantas yang membelah kampus UMM ini adalah satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia karena dikelola secara langsung oleh civitas akademika dan berada dalam lingkungan kampus. PLTMH ini mampu memproduksi listrik sebesar 100 KWH sehingga mampu menghemat 30% asupan listrik kampus.

Acara puncak kunjungan pun tiba, Wisata Tani. Para siswa menujukebun percobaan FPP. Di kebun itu terdapat beragam sayur-mayur dan buah-buahan organik. Rektor mencanangkan dari kebun inilah akan diproduksi aneka sayur dan buah organic untuk menyuplai kebutuhan pangan RumahSakit Pendidikan UMM. Tidak seperti kebun pada umumnya, kebun organik penuh dengan peralatan protektif agar hama tidak bisa menganggu tanaman tanpa harus disemprot dengan pestisida. (umm.ac.id)

Setelah masing-masing peserta memegang sekantong polybag, asisten lapangan FPP mengajari para siswa tentang bagaimana cara menanam tumbuhan yang benar. Mulai dari kadar pupuk, air dan takaran tanahnya. Kali ini mereka menanam cabe rawit. Inilah bagian yang paling menyenangkan karena mereka bisa langsung parktik di tempat.

“Sekarang saya bisa membuat tanaman cabe,” kata seorang siswa senang.

Wisata Tani ini dipungkasi dengan memakan semangkuk bakso jamur spesial produksi FPP. Bakso ini juga diproduksi dengan prinsip organik. Jamur yang diolah merupakan hasil dari olah bio teknologi yang dikembangkan FPP.

“Untuk menikmati serangkaian kegiatan Wisata Tani, pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 15.000. Biaya itu untuk mengganti minuman, makanan dan tanaman yang bisa dibawa,”  terang Pulung.

Shared:
Shared:
1