Berlayar Ke Ambon, Klinik Apung Said Tuhuleley Akan Diresmikan Presiden Joko Widodo

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 17 Februari 2017 19:02 WIB

Berita Muhammadiyah

JAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID – “Klinik Apung Said Tuhuleley” akan melakukan ekspedisi pelayaran pertamanya esok subuh, Sabtu (18/2). ‘Kapal Pesiar Mini’ yang diwujudkan untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Maluku dan Papua ini akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo di Kota Ambon saat Pembukaan Tanwir Muhammadiyah (24/2) mendatang.

LAZISMU menggelar konferensi pers untuk keberangkatan kapal yang dibangun dengan basis kapal yacth tersebut. Dalam konferensi pers, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hajriyanto Y. Thohari mengatakan bahwa Klinik Apung Said Tuhuleley ini merupakan pilot project LAZISMU.

“Apabila keluarga besar Muhammadiyah di Ambon mengelola kapal ini dengan baik, dalam waktu setengah tahun atau paling lama satu tahun kita akan mencanangkan program ‘kapalisasi’ untuk Indonesia bagian timur, setidaknya kita akan memesan 13 kapal yang akan bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan,” ujar Hajriyanto, Jumat (17/2).

Hal itu, dikatakan Hajri, untuk menunjang pembangunan sumber daya manusia terutama dalam peningkatan pemberdayaan masyarakat dan program klinik apung ini harus sukses serta menjadi contoh bagi program-program berikutnya terutama di Indonesia bagian timur.

Menurutnya, bagi Muhammadiyah pengertian dakwah bukan hanya tabligh atau mengajak orang lain untuk menjadi orang beriman tetapi dakwah Muhammadiyah itu memiliki makna memberdayakan mereka sebagai manusia. “Sehingga menjadi manusia yang memiliki harkat, martabat dan terhormat sesuai dengan firman allah untuk menjadi khalifah di muka bumi ini” ujarnya.

PP Muhammadiyah berharap kapal ini benar-benar menjadi sarana bagi pemberdayaaan masyarakat di wilayah Maluku dan sekitarnya. “Pesan dari PP Muhammadiyah Sesampainya di Ambon agar segera melakukan konsolidasi dengan pimpinan wilayah dan daerah untuk mengelola kapal ini secara baik, kapal ini tidak boleh banyak berdiam di pelabuhan tetapi harus memiliki mobilitas yang tinggi”, tegas Hajri.

Kapal ini sepenuhnya hasil sumbangan dari masyarakat, tak ketinggalan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla juga ikut menyumbang sebesar Rp 1 Milyar atas penghargaannya terhadap semangat kepioniran Muhammadiyah dengan Klinik Apung ini.(dzar)

 

Rep: Raipan Rifansyah

 

 

Shared: