Lakukan Pendampingan, MPM Mampu Kurangi Biaya Produksi Petani Hingga 50%

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 26 Maret 2012 12:55 WIB

 

Karanganyar- Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar dengan dibantu MPM PP Muhammadiyah, mampu menekan biaya produksi petani dampingannya hingga 50%, hal tersebut masih ditambah meningkatnya hasil produksi padi yang mencapai 30% dari biasanya. 
 
Hal tersebut diungkapkan ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar Muhammad Samsuri, pada acara Panen Perdana dan Perencanaan Sistem Pertanian Terpadu (Intergrated Farming) ‘Surya Legowo’ pada Minggu (25/03/2012) siang, di desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Samsuri mengungkapkan bahwa melalui pendampingan yang dilakukan MPM Muhammadiyah tersebut ternyata dapat mengurangi biaya produksi sekitar 50 %. “Pada sistem pertanian yang biasa dilakukan para petani biasanya menggunakan pupuk kimia rata-rata 1 ton/ha. Tetapi melalui pendampingan ini pupuk kimia hanya digunakan maksimal 200 kg/ha dan sisanya menggunakan pupuk organik atau alami,” urainya.
 
Hasil produksi panen padi dari pendampingan tersebut mampu mengalami peningkatan. “Sebelum pendampingan, produksi padi para petani hanya mencapai maksimal 7 ton/ha. Namun melalui pendampingan, produksi para petani mencapai 9,8 hingga 10,4 ton/ha gabah kering panen. Sehingga rata-rata para petani mengalami kenaikan produksi sebesar 30 % setelah mengikuti pendampingan,”ujarnya.
 
Panen perdana sekaligus pencanangan pertanian terpadu sistem pertanian ramah lingkungan masyarat Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar tersebut merupakan hasil dari pendampingan MPM Muhammadiyah sejak 2011. Pendampingan tersebut diberikan mulai dari dari penyiapan lahan, tes Potensial Hidrogen (PH) tanah, penggunaan pupuk berimbang, cara mengatasi hama hingga manajemen pasca panen.
Shared:
Shared:
1