Pelayanan Dokter Muhammadiyah Tidak Boleh Keluar Dari Qur’an dan Sunnah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 25 Maret 2012 15:54 WIB

 

Malang-Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar memadukan pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam proses pembelajarannya, sehingga nantinya akan melahirkan Dokter yang profesional yang memiliki Aqidah Islam yang mantap dan Akhlakul kharimah sehingga dalam melayani setiap pasien senantiasa merujuk pada Alquran dan Sunnah Rasulullah.

Hal tersebut diungkapkan Mahmud Ghaznawie, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Makassar pada lokakarya pengembangan Al Islam dan Kemuhamadiyahan dalam proses pembelajaran, Fakultas Kedokteran yang diadakan Universitas Muhammadiyah Malang, bertempat di Hotel UMM Inn Malang, Ahad (25/03/2012).

 
Mahmud Ghaznawi menuturkan, lulusan Fakultas Kedokteran yang di cetak Universitas Muhammadiyah harus memiliki perbedaan dengan lulusan fakultas kedokteran perguruan tinggi lainnya, terutama dalam hal kualitas pelayanan dimana seorang dokter Muhammadiyaha harus memiliki kemampuan pada bidang Fikih Sunnah yang lebih dalam. “Dengan pelayanan dengan pendekatan spritual pasien akan lebih nyaman serta termotivasi untuk segera sembuh, dan lebih dapat mensyukuri nikmat kesehatan tersebut,” ungkapnya.  


Acara lokakarya yang di hadiri dua ratusan peserta utusan dari Fakultas Kedokteran se Indonesia, di tutup oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang. Muhajir Effendy disertai dekan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah dan dosen Al Islam Kemuhammadiyahan se Fakultas Kedoteran univ muhammadiyah se Indonesia. Acara berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 24 hingga 25 Maret 2012 di Hotel UMM INN Malang. 

Shared:
Shared:
1