Mahasiswa Double Degree Ramah-tamah Dengan Pimpinan UM Surakarta

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 24 Maret 2012 11:13 WIB

 

Surakarta- Sebanyak 60an mahasiswa S1 dan 4 mahasiswa S2 double degree hari Jumat (4/11) diundang Pimpinan Universitas untuk beramah-tamah. Selain Bambang Setiaji, Rektor, tampak hadir semua Wakil Rektor I-IV, Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Pascasarjana, Direktur Pondok Pesantren Internasioanl KH Mas Mansur, dan Kepala HRD.

 

Setelah makan siang bersama, Rektor menjelaskan tujuan ramah-tamah tersebut. Dalam sambutanya, Bambang menjelaskan bahwa Program Double Degree ini pasti memerlukan biaya jauh lebih besar dibandingkan dengan program regular, untuk itu UMS berusaha keras agar semua mahasiswa yang mengambil Program Double Degree bisa berangkat ke universitas mitra di luar negeri. Usaha yang sudah dilakukan UMS  antara lain,  mencarikan beasiswa dan pinjaman lunak. “ Saya beserta pimpinan yang lain telah bekerja secara all out agar Saudara yang mengambil program ini bisa berangkat ke luar negeri. Ada beberapa terobosan yang telah berhasil dibuat oleh universitas. Terobosan itu antara lain: pertama, universitas telah mendapatkan beasiswa sebanyak 2,7 milyar untuk 40 mahasiswa dari pemerintah, dan  yang ke dua UMS telah menandatangani kerjasama dengan sebuah bank yang akan membackup biaya Saudara  selama di luar negeri dengan pinjaman sangat lunak. Upaya ini dilakukan agar mimpi Saudara dapat lulus dari universitas luar negeri benar-benar terwujud.”  Dari hitung-hitungan itu, lanjut Bambang, selama Saudara berada di luar negeri masih harus mencari dana sekitar Rp.100 juta. Jika Saudara mau bekerja keras, saya kira tidak lebih dari 1 tahun dana tersebut pasti bisa Saudara dapatkan, karena mahasiswa di sana boleh bekerja part time, dan gajinya juga cukup besar satu jam rata-rata 20 dolar. Jika bekerja 4 jam perhari selama setahun (anggap 1 tahun =300 hari saja, dan 1 dolar =Rp.10.000), maka dalam kurun waktu itu saudara bisa menghasilkan uang sekitar Rp.240. juta. Tentu ini lebih dari cukup. Oleh karena itu saya minta Saudara benar-benar mau berjuang keras untuk menggapai cita-cita itu. Yang paling utama, bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan baik, paling tidak sesuai dengan yang dibutukan di luar negeri, misalnya TOEFL, skor minimal harus 550, atau IELT  minimal 6,5.

 

Sementara itu informasi dari Absori, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, bahwa tahun 2011 UMS telah mengajukan Program Beasiswa Unggulan ke Kemendiknas baik untuk S1 regular maupun double degree. Beasiswa ini akan mengkover semua biaya selama kuliah untuk program regular dan living cost selama diluar negeri bagi mahasiswa double degree.

Shared:
Shared:
1