Lewat Baitul Arqam, 'Aisyiyah Jatim Kukuhkan Integritas Kepemimpinan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 20 Maret 2012 14:27 WIB

 

Malang- Lewat Baitul Arqam Pimpinan dan Training of Trainer (ToT) Pimpinan, 'Aisyiyah Jawa Timur mendorong kepada pengurus 'Aisyiyah agar lebih mengukuhkan integritas kepemimpinannya untuk memperkuat ke-Islam-an dalam menata generasi bangsa. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dimulai Jumat (16/3) di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Pembantu Rektor II, Drs. Mursidi, MM, memuji langkah 'Aisyiyah ini sebagai perjuangan yang luar biasa. Menurutnya, jika Muhammadiyah melakukan kegiatan berhari-hari dengan meninggalkan keluarga mungkin sudah biasa. Tetapi jika ibu-ibu 'Aisyiyah yang melakukannya maka itu luar biasa nilai perjuangannya karena pasti sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk keluarga sebelum mengikuti kegiatan itu. “Bapak-bapak lebih praktis, langsung berangkat. Tetapi kalau ibu-ibu harus menyiapkan keperluan bapak dan anaknya dulu selama har-hari yang ditinggalkan itu,” ujar Mursidi.

Menurut Mursidi, itulah penerapan panggilan Allah melalui surat Attaubah ayat 41. “Dalam ayat tersebut, Allah berfirman, berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah,” kutipnya. Pimpinan 'Aisyiyah rupanya sangat memahami ayat ini sehingga bisa melaksanakan baitul arqam ini.

Sementara itu, dalam sesi dengan Ketua Umum PP 'Aisyiyah, Dra. Situ Noordjanah Djohantini, MSi, 'Aisyiyah didorong untuk senantiasa mengawal kebijakan Negara terkait dengan kepentingan perempuan, keluarga dan Islam. Misalnya, ketika MK mengeluarkan keputusan tentang hak waris anak hasil hubungan tak resmi. “Jangan sampai keputusan itu dimaknai sebagai melegalkan hubungan tanpa ikatan pernikahan resmi, ini berbahaya,” kata Noordjanah mewanti-wanti.

PP 'Aisyiyah, kata Noordjanah, akan terus mengawal kebijakan itu bersama-sama PP Muhammadiyah dan MUI. “Dalam waktu dekat kita akan membahas bersama tentang putusan MK itu,” ungkapnya.

Baitul Arqam dan ToT diikuti tak kurang 140 peserta. Mereka adalah perwakilan dari Pimpinan Daerah 'Aisyiyah se-Jawa Timur. ToT ini merupakan amanat PP 'Aisyiyah agar segera melaksanakan kegiatan ini serempak di seluruh Indonesia agar pimpinan 'Aisyiyah berkonsolidasi membangun kekuatan kaderisasi. Materi yang dibahas antara lain tentang khittah perjuangan Muhammadiyah, strategi aktualisasi program Aisyiyah, manajemen dan kepemimpinan, system pengkaderan, dan keteladanan tokoh muslimah dan Muhammadiyah. (www.umm.ac.id)

Shared:
Shared:
1