Din Syamsuddin: Menaikkan Harga BBM Adalah Kebijakan Yang Tidak Bijak

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 19 Maret 2012 20:23 WIB

 

 

Yogyakarta- Pemerintah dinilai tidak bijak dengan tetap memilih opsi untuk menaikkan harga BBM per 1 April 2012 Mendatang, hal tersebut sebenarnya bisa dihindari dan bukanlah opsi seandainya pemerintah  secara benar mengelola dan menerapkan strategi perminyakan yang tepat.

Hal tersebut diungkapkan ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin saat ditemui wartawan di sela pembukaan Konferensi Internasional Inovasi Berkelanjutan di gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin, (19/03/2012). Menurut Din Syamsuddin, dengan dalih menutup kekurangan dari kebutuhan dalam negeri yang mencapai 1250 barel/hari , maka pemerintah harus melakukan pembelian dari luar, karena kapasitas produksi dalam negeri yang hanya sekitar 900 barel/hari. Pembelian inilah menurut Din Syamsuddin disinyalir penuh dengan ketidak transparan dan kecenderungan mark up juga ada,  "Saya dengar anak perusahaan Pertamina Petral yang melakukan pembelian minyak mentah di Singapura rentan melakukan kecurangan itu,,"  jelasnya.

Lebih jauh Din mengungkapkan, bahwa kebijakan mengalihkan dana subsidi pada program seperti BLT merupakan kamuflase dan murni kegiatan politik untuk mencari simpati rakyat, apalagi menurut Din, Pemerintah akan memberikan BLT pada angka 70juta orang, padahal jumlah rakyat miskin menurut statistik pemerintah hanya 31 juta orang. “Ini (jumlah BLT yang dibagikan pada rakyat jauh lebih besar dari angka statistic rakyat miskin) kan kebohongan lagi, ternyata jumlah rakyat miskin di Indonesia jauh lebih besar daripada yang diekspos selama ini,” jelasnya. 

*foto: http://www.surya.co.id/images/2011/07/din-syamsuddin.jpg

Shared:
Shared:
1