KTA Bisa Jadi Intrumen Penting Menggerakkan Ruh Ber-Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 16 Maret 2012 19:32 WIB

 

Yogyakarta- Kartu Tanda Anggota (KTA) Muhammadiyah bias menjadi instrument penting dalam menggerakkan ruh ber-Muhammadiyah, karena salah satu factor orang aktif di Muhammadiyah adalah karena ada rasa dan bukan sekedar rasio.

Hal tersebut diungkapkan ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam sambutannya acara penutupan Konsolidasi dan koordinasi implementasi KTA online PP Muhamadiyah dan PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Se-Indonesia di aula Universitas Ahmad Dahlan, Kamis(15/03/2012). Menurut Haedar Nashir, KTA Online yang nantinya dikerjakan ditingkat wilayah hingga cabang, bukan hanya sekedar kegiatan administrative tapi merupakan instrument untuk membina dan mengkader anggota Muhammadiyah. Sehingga nantinya dalam pelayanan KTA perlu diperhatikan cara melayani, dan membangun relasi yang rasional dengan si pembuat kta. “Jangan sampai orang mengurus kartu anggota Muhammadiyah seperti mengurus KTP (Kartu Tanda Penduduk) di Kalurahan,

Lebih jauh menurut Haedar, KTA juga akan menjadi tolok ukur kekuatan Muhammadiyah sesungguhnya, karena selama ini angka yang disebutkan lebih banyak pada klaim yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Tetapi pada sisi lain, pengakuan mengenai besarnya anggota Muhammadiyah ditingkat akar rumput sudah diakui baik nasional maupun internasional. “Negara dan kekuatan luar sudah mengakui kekuatan muhammadiyah di basis akar rumput, untuk itu pembinaan memang harus dikembalikan pada tingkat grass root,” jelasnya.

Shared:
Shared:
1