Muhammadiyah Harus Kembangkan Perpustakaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 14 Maret 2012 13:26 WIB

Surakarta -- Sebagai knowledge society, Muhammadiyah perlu menumbuhkan sumber-sumber informasi sebagai bahan pembinaan pengetahuan anggotanya. Muhammadiyah tidak boleh tertinggal dari aspek informasi. Bagaimanapun sebagai Ormas Islam yang bercorak modernis ini harus memiliki tingka kepekaan terhadap berbagai persoalan yang ada, dan salah satunya adalah kita harus melek informasi.

 

Pendapat tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si. dalam acara pengajian terkait dengan informasi dan kepustakaan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (14/3).

 

Menurut Dadang, Sebagai salah satu identitas dari informasi itu, bagi kalangan terpelajar seperti Muhammadiyah adalah perpustakaan. Bahkan salah satu identitas dari masyarakat beradab adalah perpustakaan, sebagai wadah untuk menyimpan sejumlah pemikiran, gagasan dan hasil-hasil penelitian. Dengan adanya perpustakaan ini, warga Muhammadiyah dapat lebih meningkatkan ilmu pengetahuannya.

 

“Di perpustakaan juga kita akan dapat menyimpan dan menikmati sajian ilmu pengetahuan itu dalam bentuk tercetak maupun elektronik,” Katanya. Terlebih katanya, di abad internet seperti sekarang ini, perpustakaan juga dapat dilengkapi dengan fasilitas internet, sehingga setiap orang dapat mencari referensi dan bahan bacaan yang lebih luas lagi.

 

Oleh karena itu, Dadang mengingatkan kepada seluruh warga Muhammadiyah dan seluruh level pimpinan untuk senantiasa memprioritaskan tersedianya fasilitas informasi termasuk perpustakaan. “Oleh karena itu pendirian perpustakaan menjadi wajib di berbagai level persyarikatan, terutama Amal Usaha Muhammadiyah dan lembaga pendidikan,” tegasnya.

 

Ini menjadi penting, sebab dalam pandangan Dadang, karena warga Muhammadiyah saat ini harus terus mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain itu yang paling penting juga adalah membuat jaringan perpustakaan Muhammadiyah, dengan adanya jaringan perpustakaan, maka kekuarangan di perpustakaan satu akan ditutupi oleh keberadaan perpustakaan lain yang memeiliki kelengkapan koleksinya. “Jaringan perpustakaan merupakan solusi dari keterbatasan sarana dan prasarana perpustakaan,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Roni Tabroni

Shared:
Shared:
1