Pemerintah Kota di Jerman Dukung Kegiatan Tapak Suci Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 31 Desember 2016 05:46 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JERMAN – Tapak Suci (TS) merupakan seni beladiri yang dimiliki oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Hingga saat ini TS Muhammadiyah semakin berkembang hingga mancanegara. Ketertarikan masyarakat luar terhadap TS salah satunya yaitu di negara Jerman.

Dijelaskan Joko Suseno, Pelatih TS di Jerman, awal mulanya masyarakat Jerman mengenal TS yaitu ketika seorang mahasiswi Jerman yang kuliah di Yogyakarta pada tahun 1991 belajar Tapak Suci di Kampung Kauman. Kemudian, pada tahun 1993 Ia membuka latihan TS di Kota Bonn, Jerman.

“Baru pada bulan Desember 1998 saya datang ke Jerman dan mendapat tugas dari Pimpinan Pusat Tapak Suci sebagai koordinator TS Eropa, dan tahun 1999 saya resmi sebagai pelatih TS di Jerman,” terang Joko, Jumat malam (30/12) ketika dihubungi redaksi Muhammadiyah.or.id.

Tapak Suci di Jerman saat ini menurut Joko terdapat di dua kota, yaitu di Kota Cologne dan Kota Bonn.”Sebenarnya ada permintaan di kota lain namun saya belum bisa memenuhinya,” ujar Joko.

Lanjut Joko, Tapak Suci pada umumnya belum di kenal luas oleh masyarakat Jerman, jika dibandingkan dengan beladiri lainnya. Karena beladiri misalnya, seperti karate, yudo dari Jepang atau taekwondo dari Korea sangat di support oleh pemerintahnya.

“Alhamdulillah untuk TS walaupun kita masih sedikit anggotanya namun para siswa yang sebelumnya dengan latar belakang beladiri lain sangat tertarik, karena kita mengajarkannya dengan berbagai aspek,” terang Joko.

Kembali dijelaskan Joko, Tapak Suci Jerman secara organisasi di bawah langsung oleh Pimpinan Pusat Tapak Suci. Namun, hingga saat ini Tapak Suci Jerman telah mempunyai ijin dan berbadan hukum Jerman sebagai perkumpulan olahraga yang sesuai dengan undang-undang Jerman.

“Ketua TS Jerman adalah istri saya dan saya sebagai guru dan penanggung jawab keilmuan. Sistem organisasinya di sini sangat ringkas dan sederhana. Kita juga setiap 2 tahun sekali berkewajiban melaporkan keuangan organisasi kepada pemerintah Jerman,” papar Joko.

Selain itu, menurut Joko, peran dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman sangat luar biasa terhadap perkembangan Tapak Suci Jerman. “PCIM Jerman hingga saat ini telah banyak mensupport dan juga membantu untuk mempromosikan Tapak Suci di Jerman,” terangnya.

Selain mendapat dukungan dari PCIM Jerman, Joko juga mengatakan peran pemerintah setempat, khususnya di Kota Bonn sangat mendukung keberadaan Tapak Suci Jerman. “Misalnya pemakaian gedung untuk olahraga dan kadang-kadang ada bantuan dana walaupun jumlahnya tidak banyak. Selain itu, dukungan juga datang dari Doktor Hiltrud Cordes, yaitu orang pertama Jerman yang desertasinya mengenai Tapak Suci,” jelas Joko.

Jumlah anggota Tapak Suci Jerman hingga saat ini yaitu berjumlah 45 orang. “Jumlah itu sudah cukup lumayan, meskipun kita membawa bendera Muhammadiyah. Karena banyak perguruan pencak silat di Jerman yang tanpa dasar organisasi keagamaan kadang-kadang hanya memiliki anggota sekitar 10 sampai 20 orang,” ujar Joko.        

Selain aktif sebagai pelatih Tapak Suci Jerman, Joko juga rutin memberi workshop atau seminar-seminar Tapak Suci untuk kalangan umum dan militer di Jerman, Belanda, Austria dan juga Swedia. (adam)

Shared:
Shared:
1