Dahnil : Muhammadiyah Akan Terus Tegakkan Keadilan dan Mencegah Kezhaliman

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 30 Desember 2016 11:08 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Muhammadiyah di awal pendiriannya ditujukan untuk memajukan dan menggembirakan masyarakat. Memajukan artinya masyakarat yang selama ini sebagai penerima zakat maka selanjutnya menjadi pemberi zakat.

Orientasi Muhamamdiyah adalah melepaskan ummat dari kebodohan dan kemiskinan, juga pembodohan dan pemiskinan. Sebagaimana disampaikan Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum PP Pemuda Muhamamdiyah dalam pengantarnya pada acara Catatan Akhir Tahun “Membela Kaum Mustad’afin” di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Kamis (29/12).

“Al-Maun menjadi inspirasi penting pendirian Muhamamdiyah dan di abad ini tidak hanya amar makruf nahi munkar yang harus kita tegakkan, tapi juga dengan amar agli nahi zulmi yang berarti menegakkan keadilan mencegah kezhaliman,” pungkas Dahnil.

Berkaitan dengan setiap kebijakan yang diterapkan pemerintah pihaknya bersama jajaran di bawahnya akan selalu mendukung apa yang dilakukan pemerintah namun tetap keberpihakannya kepada rakyat. “Pemerintah harus tetap berpihak kepada rakyat kecil,” ujarnya.

Selain itu pria kelahiran Aceh Timur ini juga menyinggung soal toleransi yang saat ini cukup menjadi perbincangan. Menurutnya umat islam Indonesia sudah khatam soal toleransi, kalau pun ada yang dinyatakan sebagai anti toleransi itu hanya sebagian kecil saja dan untuk mengatasinya maka dengan penegakan hukum.

“Penegakan hukum nyatanya masih menjadi PR kita bersama. Aparat harus memaknai toleransi secara otentik sehingga penegakkan hukum terhadap mereka yang anti toleransi dapat berjalan efektif,” tutup Dahnil. (raipan)

 

Shared:
Shared:
1