Entrepreneur Sosial Tumbuhkan Kreativitas Pemuda

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 30 Desember 2016 10:36 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SLEMAN – Bupati Kabupaten Sleman, Sri Purnomo mengatakan bahwa modal dalam membangun jiwa entrepreneur yang terpenting adalah modal sosial. Menurut Sri modal sosial tidak dapat dibangun secara instan.

“Modal sosial dapat dijadikan sebagai modal yang kuatdalam membangun sebuah usaha, karena modal sosial sulit untuk dikalahkan dibandingkan modal material” ujar Sri, Kamis malam (29/12) saat menjadi keynote speaker dalam acara Launching Program Sekolah Entrepreneur Sosial yang diselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY.

Lanjut Sri, prinsip sosial entrepreneur harus dilakukan karena hal tersebut dapat menopang kegiatan usaha, aspek sosial, dan berperan dalam meluaskan kewirausahaan jika dikaitkan dengan networking.

Sri mengatakan, bahwa Muhammadiyah merupakan bentuk kekuatan yang tidak bisa dipecahkan. “Demokrasi dalam Muhammadiyah merupakan salah satu modal sosial,” ujar Sri.

Selain itu, melalui modal sosial yang dimiliki Muhammadiyah, menurut Sri dapat menumbuhkan kreativitas bagi para pemuda Muhammadiyah. “Pemuda Muhammadiyah harus mempunyai jiwa enterpreneur yang baik, dan jiwa kewirausahaan yang baik,” terang Sri.

Sementara itu, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Dwi Kuswantoro mengatakan program wirausaha sosial ini nanti diadakan berkelanjutan. “Akan ada kelas intensif selama tiga hari. Selain itu, akan dilakukan mentoring bisnis melalui kajian wirausaha sosial secara berkala selama satu bulan sekali,” paparnya.

Dwi juga mengatakan, sekolah kewirausahaan sosial menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan berbagai problem sosial di masyarakat. “Tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan kader-kader kewirausahaan sosial yang akan mampu menjadi penggerak komunitas untuk memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat,” tutup Dwi. (adam)

 

Shared:
Shared:
1